PKB Kota Tasikmalaya Gelar Muscab, Enam Nama Bakal Calon Ketua DPC Mengemuka


Media Warga+62.My.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tasikmalaya menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Ballroom Hotel Cordela Suites, Selasa (07/04/2026). Forum lima tahunan ini menjadi penentu arah kepemimpinan DPC PKB Kota Tasikmalaya ke depan.

Muscab dibuka langsung oleh Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Jazilul Fawaid. Hadir dalam forum tersebut jajaran pengurus DPC, PAC, serta kader PKB se-Kota Tasikmalaya. Suasana Muscab berlangsung kondusif dengan mengedepankan musyawarah mufakat.

Jazilul Fawaid menegaskan, prinsip utama PKB dalam setiap forum pengambilan keputusan adalah musyawarah untuk mencapai mufakat. Karena itu, seluruh proses Muscab diarahkan untuk menjaga soliditas partai, bukan kepentingan pribadi. 

“Secara keseluruhan rangkaian Muscab berjalan kondusif sesuai prinsip mufakat. Prinsip PKB memang musyawarah untuk mencari mufakat, tidak ada kepentingan pribadi, semuanya untuk soliditas partai,” kata Jazilul Fawaid saat ditemui puluhan awak media usai acara.

Kehadiran Jazilul di Muscab Kota Tasikmalaya bukan tanpa alasan. Ia menyebut DPC PKB Kota Tasikmalaya termasuk dalam kategori “DPC papan atas” yang performanya selalu mendapat perhatian DPP. Karena itu, Ketua Umum DPP PKB secara khusus menugaskannya untuk memantau langsung jalannya Muscab.

“Tasikmalaya termasuk DPC papan atas, untuk itu saya ditugaskan oleh Ketua Umum untuk menghadiri Muscab ini,” tegasnya.

Muscab kali ini menghasilkan enam nama bakal calon Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya periode 2026–2031. Dari enam nama tersebut, empat orang merupakan usulan DPP, sedangkan dua nama lainnya muncul dari aspirasi DPC dan PAC di tingkat kota.


Keenam bakal calon yang mengemuka adalah H. Wahid, Heni Hendini, Muqit Nuryadin, Ahmad Junaedi, H. Endang Syam, dan H. Oleh Soleh. Nama-nama tersebut selanjutnya akan melalui tahapan verifikasi dan pendalaman oleh DPP PKB sebelum ditetapkan satu orang sebagai ketua definitif.

Mekanisme penentuan ketua DPC PKB memang tidak dilakukan melalui voting terbuka di Muscab. Muscab menjadi forum penjaringan dan penyampaian aspirasi kader di daerah. Keputusan final tetap berada di tangan DPP berdasarkan pertimbangan soliditas, loyalitas, dan kapasitas calon dalam membesarkan partai.

Bagi H. Wahid, Muscab kali ini terasa spesial. Forum penting partai itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Sejumlah kader yang hadir pun sempat memberikan ucapan selamat di sela agenda Muscab.

Suasana kekeluargaan sangat terasa sepanjang Muscab. Para kader duduk bersama, berdiskusi, dan menyampaikan pandangan tanpa gejolak berarti. Hal ini sejalan dengan pesan Jazilul Fawaid yang menekankan pentingnya menjaga marwah PKB sebagai partai yang lahir dari rahim ulama dan pesantren.

“Kita boleh berbeda pendapat, tapi saat keputusan sudah diambil, semua harus satu barisan. Itulah kekuatan PKB,” ujarnya.

Dengan munculnya enam bakal calon, dinamika internal PKB Kota Tasikmalaya dipastikan tetap hidup namun terkendali. Siapapun yang nantinya mendapat mandat dari DPP, seluruh kader diminta legowo dan langsung bekerja memenangkan agenda partai menghadapi Pemilu mendatang.

Muscab DPC PKB Kota Tasikmalaya 2026 ini sekaligus menjadi sinyal bahwa konsolidasi partai jelang tahun-tahun politik terus dimatangkan. Sebagai DPC papan atas, PKB Kota Tasikmalaya dituntut menjaga tren positif perolehan kursi legislatif dan tetap dekat dengan basis kultural Nahdliyin.

Keputusan resmi siapa nahkoda baru DPC PKB Kota Tasikmalaya kini tinggal menunggu pengumuman DPP. Kader dan simpatisan di daerah menanti, sambil menyiapkan mesin partai agar tetap solid dan siap tempur di berbagai momentum politik ke depan.***



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama