Media Warga+62.My.id- Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar kegiatan koordinasi dan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama jajaran Pemerintah Kota Tasikmalaya di Aula Meeting Room Hotel Aston Inn, Kota Tasikmalaya, Jumat (10/04/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., M.B.A, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Selain berdialog dengan unsur pemerintahan, BGN juga melaksanakan pertemuan terpisah dengan seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota/Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara mengatakan, pertemuan dengan para kepala SPPG menjadi momen penting untuk menyamakan persepsi. Secara teknis, kata Diky, para petugas SPPG sudah memahami standar pengolahan makanan bergizi. Karena itu, ia lebih menekankan aspek nonteknis yang tak kalah krusial.
“Kalau secara teknis para petugas SPPG lebih paham. Saya justru memberi masukan terkait hal nonteknis, yaitu soal amanah. Mereka punya amanah untuk memberikan kinerja yang baik dan profesional dalam menyediakan makanan,” ujar Diky di sela kegiatan.
Menurutnya, para pegawai dapur SPPG patut bersyukur karena tidak semua orang mendapat kesempatan bekerja di sektor strategis ini. Pekerjaan mereka menyentuh langsung hajat hidup generasi penerus bangsa.
“Para pegawai dapur SPPG ini beruntung, karena tidak semua memiliki kesempatan untuk bisa bekerja di dapur SPPG. Ini kerja mulia, karena yang dilayani adalah anak-anak kita, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” tegasnya.
Diky juga menyampaikan apresiasi atas kondisi pelaksanaan MBG di Kota Tasikmalaya yang sejauh ini berjalan kondusif. Ia bersyukur belum pernah terjadi kasus keracunan akibat olahan makanan MBG seperti yang sempat muncul di beberapa daerah lain.
“Alhamdulillah, di wilayah Kota Tasikmalaya selama ini relatif kondusif. Tidak ada kejadian keracunan yang disebabkan olahan makanan MBG seperti di wilayah kota/kabupaten lain. Ini harus kita jaga bersama,” katanya.
Meski begitu, Diky mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat lengah. Pengawasan mutu, kebersihan dapur, rantai dingin bahan pangan, hingga proses distribusi harus tetap diperketat. Ia meminta seluruh kepala SPPG menjadikan standar keamanan pangan sebagai harga mati.
“Anak-anak Tasikmalaya berhak atas makanan terbaik. Itu amanah kita semua,” pungkas Diky.***
