Media Warga+62.My.id — Maraknya aksi kekerasan di jalan raya dalam beberapa pekan terakhir membuat warga Kota Tasikmalaya resah. Puncaknya, dalam satu malam dua nyawa remaja melayang akibat penganiayaan yang diduga dilakukan sekelompok orang yang disebut sebagai oknum geng motor.
Peristiwa itu memicu gelombang kecaman dari masyarakat. Tasikmalaya yang dikenal sebagai Kota Santri dinilai tercoreng dengan aksi brutal yang mengganggu keamanan dan kenyamanan publik, terutama saat malam hari.
Sahabat Aslim atau (SAs), organisasi sosial kemasyarakatan di Kota Tasikmalaya, menyatakan sikap tegas atas kejadian tersebut. Pernyataan itu disampaikan Ketua SAs, Asep Heri, usai mendampingi Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Aslim melakukan takziah ke rumah duka korban, Sabtu malam (05/09/2026).
“Kami SAs mengutuk keras aksi kejahatan jalanan yang terjadi di Kota Tasikmalaya. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelakunya,” tegas Asep.
Menurutnya, dampak dari kekerasan jalanan tidak hanya dirasakan keluarga korban. Rasa aman masyarakat menjadi taruhannya, termasuk iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kalau keamanan tidak terjamin, siapa yang mau keluar malam? Ekonomi warga, UMKM, hingga kegiatan sosial akan ikut terdampak. Ini kerugian besar bagi pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.
Asep mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Ia juga menghimbau para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anak, khususnya saat keluar rumah di malam hari.
“Jangan tunggu ada korban baru kita bergerak. Peran orang tua sangat penting. Awasi pergaulan, tanyakan ke mana anak pergi, dan pastikan pulang tepat waktu,” katanya.
Ia berharap jajaran kepolisian meningkatkan intensitas patroli, terutama di titik-titik yang selama ini rawan. Patroli, kata Asep, jangan bersifat reaktif.
“Jangan menunggu kejadian dulu baru gencar patroli. Lebih baik mencegah sebelum terjadi. Kami minta patroli rutin, terukur, dan menyentuh wilayah rawan,” ucapnya.
SAs juga menyatakan kesiapannya untuk turun langsung jika aksi kekerasan di jalan masih terus terjadi.
“Menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas polisi. Jika kekerasan jalanan masih terjadi, maka kami siap ‘menggas’ untuk melakukan sweeping bersama elemen masyarakat dan aparat penegak hukum,” tegas Asep.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Sementara itu, keluarga korban dan warga berharap ada langkah nyata agar kota Tasikmalaya kembali aman, kondusif, dan nyaman bagi semua.***

