Media Warga+62.My.id - Suasana religius menyelimuti Kampung Cigaleuh, RT 002 RW 001, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Keluarga besar Asep binti Muhdi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan acara Tabligh Akbar pada Sabtu malam, (05/09/2026).
Acara yang dipusatkan di kediaman keluarga tersebut dihadiri tokoh masyarakat, perwakilan Kecamatan Cisayong, para ustadz dari beberapa kampung, serta warga sekitar. Kepala Desa Santanamekar, Ade Saepudin, juga tampak hadir memberikan sambutan.
Peringatan Maulid ini menjadi momentum bagi warga untuk mempererat silaturahmi sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW. Dengan lantunan shalawat dan tausiyah, suasana khidmat terasa sejak awal hingga akhir acara.
Kepala Desa Santanamekar, Ade Saepudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Asep binti Muhdi yang secara konsisten menggelar kegiatan keagamaan.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal kebaikan bagi kita semua. Saya juga menitipkan pesan kepada warga agar terus meningkatkan semangat gotong royong. Dengan kebersamaan, pembangunan desa akan lebih mudah kita wujudkan,” ujar Ade.
Ia juga menyampaikan bahwa masa jabatannya tinggal setahun lagi jelang pensiun. Karena itu ia berharap dukungan warga terus terjaga agar program-program desa bisa berjalan lancar hingga akhir masa baktinya.
“Doakan saya, semoga pengabdian selama menjabat bisa menjadi ibadah dan bermanfaat bagi masyarakat Santanamekar,” tambahnya.
Ceramah agama disampaikan oleh KH. Munawir Sholeh, atau yang akrab disapa Kang Awing dari Masjid Agung Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Maulid Nabi sebagai pengingat agar selalu meneladani sifat Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Maulid bukan sekadar peringatan kelahiran. Ini saatnya kita koreksi diri, perbaiki akhlak, perkuat ibadah, dan tebarkan kasih sayang seperti yang dicontohkan Nabi,” pesan KH. Munawir.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam menanamkan pendidikan agama kepada anak sejak dini. Menurutnya, keluarga adalah madrasah pertama yang membentuk karakter generasi penerus.
Ketua pelaksana kegiatan mewakili keluarga besar Asep binti Muhdi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung terselenggaranya acara.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut setiap tahun. Selain sebagai bentuk cinta kepada Nabi, juga untuk menjaga kekompakan warga Cigaleuh,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Warga berharap semangat Maulid ini membawa keberkahan bagi Kampung Cigaleuh dan Desa Santanamekar secara keseluruhan.***

