Raya Mahesa, Pemuda Tasikmalaya Masuk Finalis Putra Putri Batik Nusantara Jabar 2026


Media Warga+62.My.id - Nama Kota Tasikmalaya kembali harum di kancah pelestarian budaya. Raya Mahesa, remaja asal Kota Tasikmalaya, berhasil lolos sebagai Finalis Putra Putri Batik Nusantara tingkat Provinsi Jawa Barat 2026.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda Tasikmalaya tidak hanya berprestasi di bidang akademik dan olahraga, tapi juga aktif menjaga warisan budaya bangsa.

Raya Mahesa menilai batik hingga kini masih diminati masyarakat. Hal itu terlihat dari masih banyaknya masyarakat yang menggunakan batik, meski hanya pada acara-acara tertentu.

“Menurut saya batik masih diminati. Tapi cara melestarikannya yang belum maksimal. Makanya salah satu misi kami sebagai Putra Putri Batik Nusantara adalah mengenalkan batik lebih dekat ke masyarakat,” ujar Raya.

Untuk mewujudkannya, Raya bersama tim telah melakukan berbagai vokasi dan podcast. Dalam podcast tersebut dibahas mulai dari proses pembuatan batik, makna filosofi setiap motif, hingga cara memakai batik di era modern.

Ia menilai dukungan pemerintah terhadap pelestarian batik sudah cukup baik. Buktinya banyak event pameran batik dan aturan penggunaan seragam batik dalam kegiatan resmi.

Namun ia berharap ke depan, event batik bisa dikemas dengan konsep yang lebih kekinian agar menarik minat generasi muda. “Kalau dikemas modern, anak muda pasti lebih tertarik pakai dan bangga dengan batik,” katanya.

Final Putra Putri Batik Nusantara tingkat Jabar akan digelar pada 28 September 2026. Sejumlah persiapan terus dilakukan Raya, mulai dari pematangan materi, kostum, hingga mencari dukungan sponsor.

Sebagai bentuk keseriusan, Raya juga melakukan audiensi bersama Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candra Negara, untuk meminta arahan.

Wakil Wali Kota mengapresiasi langkah Raya. Menurutnya, Raya adalah pemuda asli Tasikmalaya yang sudah tidak asing dengan prestasi. Dua tahun lalu ia terpilih sebagai Jajaka Kota Tasikmalaya dan pernah menjadi juara Duta Ekraf berpasangan dengan Salza.

“Kini ia bekerja di Jakarta dan tetap membawa nama kota Tasikmalaya sebagai perwakilan Jawa Barat di ajang Batik Nasional. Ini kebanggaan kita semua,” ujar Diky.

Bahkan dalam waktu dekat, Raya bersama Agnesa berencana menyelenggarakan acara “Canting Melukis Batik” di Kota Tasikmalaya sebagai upaya mengenalkan proses membatik langsung ke masyarakat.

Diky yang didampingi Hj. Rani Permayani, memberikan beberapa masukan agar penampilan Raya di tingkat provinsi bisa maksimal.

“Semoga Raya bisa unjuk gigi dengan maksimal dan menjadikan Kota Tasik semakin banyak diisi anak-anak berprestasi dalam segala bidang,” pungkasnya.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama