Media Warga+62.My.id – Dinamika Musyawarah Daerah DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya memanas. Di tengah menguatnya dukungan kader, Iwan Saputra justru membuat keputusan mengejutkan dengan mundur dari kontestasi calon ketua.
Nama Iwan selama ini masuk dalam daftar kandidat terkuat. Ia disebut-sebut mendapat restu dari pengurus harian, kader akar rumput, hingga sesepuh partai beringin di Kota Tasikmalaya. Banyak pihak berharap ia mampu melanjutkan kepemimpinan H. Yusuf yang memilih tidak mencalonkan diri kembali. Namun peta politik itu berubah cepat setelah pertemuan penting di Bandung.
Iwan Saputra diketahui bertemu empat mata dengan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin, S.T., di Kantor DPD Golkar Jabar, Selasa, 15 September 2026. Pertemuan tertutup tersebut membahas penataan mesin partai menjelang pemilu mendatang.
Dalam pertemuan itu, Daniel secara langsung menawari Iwan posisi strategis di kepengurusan provinsi. Iwan diminta naik kelas untuk mengisi posisi di Bidang Pemenangan Pemilu untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat 15 yang mencakup Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya.
Tawaran itu disebut sebagai panggilan partai. Saat ini DPD Golkar Jabar tengah melakukan konsolidasi total untuk memperkuat struktur dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota guna mendongkrak perolehan suara di Pemilu 2029.
Mendapat mandat langsung dari Ketua DPD Jabar, Iwan mengaku sulit menolak. Ia menilai pengabdian di level provinsi akan memberi dampak lebih luas bagi kemajuan partai.
“Pada akhirnya saya memutuskan bergabung dengan kepengurusan DPD Jawa Barat. Dampaknya akan lebih besar untuk kemajuan partai secara keseluruhan,” kata Iwan Saputra saat dikonfirmasi, Rabu malam, 16 September 2026.
Menurutnya, tugas di Jabar 15 jauh lebih menantang dan strategis. Ia tidak lagi hanya fokus pada satu kota, melainkan harus menggerakkan mesin pemenangan Golkar di wilayah Priangan Timur yang dikenal kompetitif.
“Ini soal pengabdian. Di provinsi, ruang untuk membesarkan Golkar lebih luas. Saya ingin berkontribusi untuk pemenangan di Dapil Jabar 15,” ujarnya.
Keputusan mundur Iwan sempat menimbulkan kekecewaan di internal Golkar Kota Tasikmalaya. Sejumlah kader yang sudah menyatakan dukungan harus memutar haluan mencari figur baru jelang Musda.
Mereka menilai Iwan memiliki modal kuat untuk merangkul semua faksi di internal Golkar Kota Tasikmalaya dengan pendekatan yang komunikatif dan merakyat.
Meski begitu, mayoritas kader mengaku menghormati keputusan tersebut. Mereka berharap kiprah Iwan di DPD Jabar justru menjadi jembatan bagi Golkar Kota Tasikmalaya untuk mendapat perhatian lebih dari provinsi.
“Kecewa pasti ada, tapi kami hormati. Semoga di Jabar beliau bisa bawa program dan kekuatan baru untuk Kota Tasik,” ujar salah satu kader yang enggan disebutkan namanya.
Dengan mundurnya Iwan Saputra, bursa calon Ketua DPD Golkar Kota Tasikmalaya kembali cair. Sejumlah nama baru mulai bermunculan dan melakukan manuver mendekati para pemilik suara. Musda diprediksi akan berlangsung sengit dan penuh kejutan.***
