Media Warga+62.My.id – Lembaga Swadaya Masyarakat Peradaban Demokrasi Indonesia (LSM PADI) menggelar Jambore sekaligus Pelatihan Kepemimpinan bagi pengurus dan anggota. Kegiatan itu berlangsung di RM Alamanda, Kompleks Situ Panjalu, Kabupaten Ciamis, Sabtu (12/9/2026).
Bagi keluarga besar PADI, agenda ini menjadi momen penting untuk memperkuat kekompakan sekaligus meningkatkan kualitas kepemimpinan dalam menjalankan organisasi.
Jambore kali ini dikemas berbeda. Selain membangun suasana kekeluargaan, peserta juga mendapatkan materi dan simulasi yang melatih komunikasi, kerjasama tim, kedisiplinan, serta kemampuan mengambil keputusan.
Ketua LSM PADI Iwan Restiawan menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari upaya penguatan sumber daya manusia di internal organisasi.
“Ini bukan hanya ajang kumpul atau rekreasi. Kami ingin pengurus dan anggota mendapat bekal soal kepemimpinan, tanggung jawab, dan cara membangun organisasi yang solid,” ujar Iwan.
Menurutnya, organisasi yang besar tidak hanya butuh struktur yang lengkap. Yang lebih penting adalah lahirnya kader-kader yang punya jiwa memimpin dan mau bekerja bersama.
Kepemimpinan Adalah Keteladanan
Iwan menekankan, kepemimpinan bukan diukur dari jabatan. Seorang pemimpin harus bisa menjadi contoh, punya tanggung jawab, dan mampu menggerakkan orang lain untuk tujuan bersama.
“Pemimpin itu soal teladan. Bagaimana kita menempatkan kepentingan organisasi dan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Nilai itu yang ingin kami tanamkan lewat pelatihan ini,” katanya.
Ia berharap, forum ini bisa menjadi ruang evaluasi dan penyegaran bagi seluruh pengurus dan anggota. Apalagi lokasi kegiatan di kawasan Situ Panjalu dinilai mendukung suasana lebih santai sehingga komunikasi antar peserta lebih cair.
“Kami ingin semua semakin dekat, tanpa sekat. Dari kebersamaan ini semoga muncul ide-ide baru untuk program PADI ke depan,” ucapnya.
Kuatkan Internal, Perkuat Dampak Sosial
Iwan menegaskan, penguatan internal harus dilakukan agar organisasi bisa memberi manfaat nyata ke masyarakat. Dengan kapasitas dan semangat yang lebih baik, setiap anggota diharapkan siap terjun dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan.
“PADI harus terus hadir untuk masyarakat. Tapi sebelum itu, internal kita harus kuat dulu. Mulai dari kekompakan, kapasitas, sampai rasa tanggung jawab,” tuturnya.
Ia menargetkan, semangat yang didapat dari jambore ini tidak berhenti di acara. Nilai disiplin, solidaritas, dan kepemimpinan diharapkan langsung diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
“Pulang dari sini, saya harap semuanya bawa semangat baru. Lebih solid, lebih disiplin, dan lebih siap menjalankan program-program PADI untuk kepentingan masyarakat,” pungkas Iwan.***
