142 Pecatur Priangan Timur Adu Strategi di Kejuaraan Catur Sekaligus Launching RM Datien di Kota Tasikmalaya


Media Warga+62.My.id – Suasana berbeda terasa di RM Datien Bebek dan Ayam Gentong Asap, Jl. Letkol RE. Jaelani, Balong Kanyun, Kelurahan Cilembang, Kota Tasikmalaya, Minggu (13/9/2026). Ratusan pecatur dari berbagai daerah di Priangan Timur berkumpul bukan hanya untuk makan, tetapi juga untuk adu strategi dalam sebuah kejuaraan catur.  

Turnamen ini digelar bertepatan dengan peresmian RM Datien. Alhasil, aroma bebek dan ayam asap bercampur dengan ketegangan di atas papan catur. 

Ketua Panitia Pelaksana, H. Zaenal Arifin, mengatakan kejuaraan ini diikuti 142 pecatur dari berbagai daerah di wilayah Priangan Timur. Pesertanya beragam, mulai dari masyarakat umum, hingga pecatur senior.  

“Turnamen ini kami gelar untuk memeriahkan launching RM Datien sekaligus menjadi wadah silaturahmi para pecatur. Kami ingin olahraga catur semakin hidup dan mendapat tempat di masyarakat,” ujar Zaenal.  

Pertandingan berlangsung sengit sejak pagi. Setiap langkah bidak diiringi sorakan kecil dan tepuk tangan dari penonton. Kehadiran para pecatur dari luar Kota Tasikmalaya juga membuat atmosfer kejuaraan semakin kompetitif.  

Acara turut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Chandranegara, Ketua Percasi Kabupaten Tasikmalaya Eri Purwanto beserta jajaran. Kehadiran pejabat daerah dinilai memberi semangat tersendiri bagi para peserta.  

Wakil Wali Kota menyambut baik inisiatif RM Datien yang memadukan kuliner dengan kegiatan catur.  

“Kami apresiasi RM Datien yang tidak hanya membuka usaha kuliner, tapi juga ikut menggerakkan kegiatan positif seperti kejuaraan catur. Ini bentuk kontribusi terhadap pembinaan olahraga dan ekonomi kreatif di Kota Tasikmalaya,” kata Diky.  

Selain menjadi arena catur, launching RM Datien juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Menu andalan rumah makan ini adalah Bebek dan Ayam Gentong Asap yang dimasak dengan bumbu khas.  

Harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Daging bebek dibanderol Rp35.000 per porsi, ayam kampung Rp30.000, ayam broiler Rp20.000. Bagi yang ingin hemat, tersedia juga paket Rp16.500.  

Tak hanya soal makan, RM Datien juga menyiapkan spot nongkrong. Pengunjung bisa menikmati kopi sambil mendengarkan live music yang mengiringi suasana.  

“Kami ingin RM Datien jadi tempat yang nyaman. Bisa makan enak, bisa ngopi, dan bisa sekalian menyalurkan hobi seperti catur,” kata Zaenal.  

Kejuaraan ini dinilai menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pelaku UMKM dan komunitas olahraga. Di satu sisi, RM Datien mendapat ruang promosi. Di sisi lain, para pecatur mendapat wadah untuk mengasah kemampuan.  

Percasi berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar. Dengan begitu, bibit-bibit pecatur muda di Priangan Timur bisa terus muncul dan berprestasi hingga tingkat provinsi maupun nasional.  

Dengan berakhirnya turnamen, para peserta tidak hanya pulang membawa pengalaman bertanding, tetapi juga mencicipi kuliner khas Tasikmalaya. Kombinasi catur dan kuliner ini diharapkan bisa menjadi ciri khas baru dalam memajukan olahraga sekaligus ekonomi lokal di Kota Tasikmalaya.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama