Media Warga+62.My.id - Para petani di Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, mulai beralih ke cara tanam baru. Senin, (03/07/2026), mereka memperkenalkan Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PMAAS) melalui sistem TABELA atau Tanam Benih Langsung di area persawahan Ubrug, Kelurahan Cibunigeulis.
Kegiatan ini dihadiri penyuluh dari PPL, perwakilan Gapoktan, serta DKP3 Kota Tasikmalaya. Tujuannya untuk memberi contoh langsung kepada petani tentang efisiensi sistem tanam modern.
Ketua Tim Kerja PPL Kota Tasikmalaya, Rini Agustini, menjelaskan PMAAS merupakan program dari Kementerian Pertanian untuk mendongkrak produktivitas pertanian nasional.
"Melalui PMAAS, kita ingin petani lebih efisien dalam bekerja tapi hasilnya meningkat. Salah satunya lewat sistem TABELA ini," ujar Rini.
Sistem TABELA menggunakan alat bernama Drum Seeder. Alat dorong ini berfungsi menanam benih padi langsung ke lahan tanpa harus melalui persemaian dan pindah tanam.
Penyuluh Pertanian Lapangan Kelurahan Cibunigeulis, Yayat Mahendra, mempraktikkan langsung cara kerja alat tersebut di depan para petani.
"Petani bisa mengoperasikan sendiri. Cukup dorong Drum Seeder di atas lahan yang sudah diolah. Benih akan keluar dan tertanam dengan jarak yang lebih teratur. Jauh lebih cepat dibanding tanam manual dan tidak perlu banyak orang," jelas Yayat.
Ia menyarankan kondisi lahan ideal untuk TABELA adalah sawah yang tidak terlalu kering dan tidak terlalu becek. Kondisi tersebut memudahkan alat melaju dan benih bisa tertanam dengan baik.
Ketua Perkumpulan Gapoktan Kecamatan Bungursari, Aan Rukiman, menyambut baik penerapan sistem baru ini. Namun ia mencatat beberapa hal yang perlu dievaluasi dari alat Drum Seeder yang ada saat ini.
"Bagian garu atau pengeruk tanahnya masih kurang dalam. Akibatnya benih ada yang terlihat di permukaan. Ini rawan terbawa air saat hujan, atau dimakan burung dan ayam," kata Aan.
Menurutnya, jika kekurangan itu bisa diperbaiki, sistem TABELA akan jauh lebih optimal.
"Kami berencana mengembangkan sendiri alat ini agar lebih sempurna. Tujuannya meminimalisir kehilangan benih dan meningkatkan keberhasilan tanam," tambahnya.
Penerapan TABELA di Cibunigeulis diharapkan menjadi percontohan bagi kelompok tani lain di Kota Tasikmalaya. Dengan cara tanam yang lebih efisien, diharapkan petani bisa meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya produksi di tengah harga pupuk dan tenaga kerja yang terus naik.***
