Desa Dawagung Rajapolah Wakili Jabar di Ajang Desa Brilian 2026 Tingkat Nasional


Media Warga+62.My.id - Nama Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya kembali mengharumkan Jawa Barat. Desa ini terpilih mewakili provinsi di ajang Desa Brilian 2026 Batch tingkat Nasional yang digagas Bank Rakyat Indonesia.

Keberhasilan itu diraih setelah Desa Dawagung bersaing dengan sekitar 450 desa dari seluruh Indonesia. Dari seleksi ketat tersebut, Dawagung berhasil masuk 50 besar, lalu melaju hingga 25 besar nasional.

Konsep Desa Brilian Dorong Ekonomi Kerakyatan

Manager Bisnis Mikro BRI, Riki Lukmaul Hakim, menjelaskan Desa Brilian merupakan program BRI untuk membangun kemandirian ekonomi desa di seluruh Indonesia.

"Ini bukan sekadar lomba. Tujuannya membangun desa-desa agar ekonomi kerakyatan tumbuh. Kalau ekonomi desa naik, maka ekonomi nasional ikut terdongkrak," ujar Riki di sela pembinaan di Desa Dawagung, Senin 3/8/2026.

Menurut Riki, desa-desa terbaik dari kompetisi ini akan ditetapkan sebagai desa unggulan. Hasilnya akan disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bentuk kontribusi BRI dalam pembangunan pedesaan.

Ia menegaskan, keterlibatan BRI tidak berhenti pada penyaluran CSR atau permodalan. "BRI juga hadir untuk menguatkan fondasi ekonomi masyarakat desa agar bisa tumbuh mandiri dan berkelanjutan," katanya.

Unggulkan Peternakan Domba dan Wisata Religi

Salah satu penilaian dalam Desa Brilian adalah penggalian potensi lokal. Untuk Desa Dawagung, dua sektor yang diangkat adalah peternakan domba dan wisata religi.

Kedua potensi itu muncul dari hasil diskusi panjang antara tim BRI, akademisi, perangkat desa, dan masyarakat. 

"Mudah-mudahan dengan potensi yang ada, Desa Dawagung bisa menjadi juara Nasional," harap Riki.

Selain aspek ekonomi, juri juga menilai kearifan lokal, kekompakan warga, dan inovasi pengelolaan sumber daya desa.

Gotong Royong Jadi Kunci Dawagung Bertahan

Kepala Desa Dawagung Trio Wibowo Budi mengaku bangga atas pencapaian warganya. Ia menyebut selama dua bulan terakhir, Dawagung mengikuti rangkaian kontestasi Desa Brilian dengan pendampingan intensif.

"Alhamdulillah hari ini kami dibimbing langsung secara offline oleh Bank BRI bekerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman," ungkap Trio usai kegiatan.

Menurut Trio, kunci Dawagung bisa bertahan hingga 25 besar adalah budaya gotong royong yang masih kuat di masyarakat. Kebersamaan warga menjadi modal utama dalam membangun program dan menjaga kekompakan.

"Kultur masyarakat kami masih memegang teguh gotong royong. Itu yang membuat kami kuat," katanya.

Trio mengajak seluruh warga terus meningkatkan kebersamaan, kualitas sumber daya manusia, dan mengoptimalkan sumber daya alam. 

"Mari kita jaga kekompakan. Dengan SDM dan SDA yang terus kita tingkatkan, saya yakin Desa Dawagung bisa lebih maju dan membawa nama baik Kabupaten Tasikmalaya di tingkat nasional," pungkasnya.

Dengan lolos ke 25 besar, Desa Dawagung kini bersiap menghadapi tahap akhir penilaian nasional. Jika berhasil, desa ini akan menjadi contoh pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal di Indonesia.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama