Pemerhati Sosial Ekonomi Kreatif Tasikmalaya: Jaga Keamanan, Kunci Percepatan Ekonomi Masyarakat

 


Media Warga+62.My.id - Pemerhati Sosial dan Ekonomi Kreatif Kota Tasikmalaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan. Ajakan itu tidak hanya berlaku di lingkungan nyata, tapi juga di ruang digital yang kini menjadi pusat interaksi warga.

Seruan ini disampaikan di tengah meningkatnya dinamika sosial dan maraknya penyebaran informasi yang kebenarannya belum tentu bisa dipertanggungjawabkan di media sosial.

Keamanan Jadi Kunci Penggerak Ekonomi

Juru Bicara Pemerhati Sosial dan Ekonomi Kreatif Tasikmalaya, Oneng Cipto, S.H, menegaskan rasa aman adalah fondasi utama agar roda perekonomian warga bisa terus berjalan.

“Jika negara aman, maka masyarakat pun akan bekerja dengan aman dan nyaman. Kondisi itu akan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Oneng, Selasa (25/08/2026).

Menurutnya, stabilitas bukan hanya soal tidak adanya kerusuhan atau konflik. Keamanan juga berarti ketenangan masyarakat dalam beraktivitas, berdagang, berkarya, hingga berinteraksi sehari-hari.

Dampaknya paling terasa di sektor ekonomi kreatif. Pelaku UMKM, seniman, desainer, hingga content creator sangat membutuhkan iklim yang kondusif agar bisa berproduksi dan memasarkan karyanya tanpa rasa takut.

“Pelaku ekonomi kreatif paling sensitif terhadap gejolak. Sekali ada isu negatif atau keresahan, penjualan bisa turun, event bisa dibatalkan. Padahal sektor ini menyerap banyak tenaga kerja usia produktif di Tasikmalaya,” jelasnya.

Ingatkan Etika Berdemokrasi dan Bermedia Sosial

Oneng juga mengingatkan pentingnya memahami nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satunya melalui UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. 

Aturan itu menegaskan, setiap orang berhak menyampaikan pendapat, namun harus menghormati hak orang lain, tidak memaksa, dan tidak melanggar hukum.

“Dalam sistem demokrasi, pemimpin dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilu. Karena itu setiap kebijakan pemerintah yang lahir dari proses demokratis harus kita hormati dan taati,” katanya.

Selain itu, ia menyoroti bijak bermedia sosial di era digital. Informasi, hoaks, hingga provokasi bisa menyebar cepat dan memicu keresahan jika tidak disaring.

“Mari kita saring sebelum sharing. Cek dulu kebenaran informasinya. Jangan sampai karena satu unggahan, suasana kota yang tadinya kondusif jadi gaduh,” imbaunya.

Ia mengajak warga menjadikan media sosial sebagai ruang mempererat silaturahmi, mempromosikan produk lokal, dan menyebarkan hal-hal positif, bukan untuk memecah belah.

Keamanan adalah Investasi Bersama

Oneng menekankan, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat. Masyarakat, komunitas, organisasi, hingga pelaku usaha memiliki tanggung jawab yang sama.

“Keamanan itu investasi. Kalau kita jaga bersama, dampaknya langsung terasa. Dagangan lancar, wisata ramai, event kreatif jalan. Ekonomi masyarakat akan ikut tumbuh,” pungkasnya.

Pemerhati Sosial dan Ekonomi Kreatif Tasikmalaya berharap ajakan ini menjadi pengingat. Dengan lingkungan yang aman dan media sosial yang sehat, Tasikmalaya diyakini akan terus tumbuh menjadi kota yang produktif, kreatif, dan damai.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama