Media Warga+62.My.id - Nama Kabupaten Tasikmalaya kembali berkibar di kancah olahraga beladiri. Karateka asal Tasikmalaya, Rini Purwanti, berhasil mempersembahkan medali perak pada ajang International Karate Championship Yogyakarta Open Tournament VI Kemenpora RI Cup 2026.
Kejuaraan bergengsi tersebut berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta pada 28-30 Agustus 2026. Ribuan karateka dari berbagai dojo di Indonesia hingga perwakilan negara lain turun bertanding memperebutkan gelar juara.
Final Sengit Lawan Wakil Filipina
Rini turun di kelas +68 kg putri. Perjalanan Rini menuju final tidak mudah. Ia harus melewati beberapa babak dengan lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah.
Puncaknya, di partai final Rini bertemu karateka kuat asal Filipina. Duel berlangsung sengit sejak awal. Kedua atlet saling jual beli serangan untuk mengumpulkan poin. Atmosfer pertandingan terasa panas karena dukungan penonton dari berbagai negara.
Meski sudah berjuang maksimal, Rini akhirnya harus mengakui keunggulan lawannya. Ia finis sebagai juara 2 dan berhak atas medali perak.
“Pertarungannya sangat ketat. Lawan dari Filipina punya pengalaman internasional. Tapi Rini sudah tampil luar biasa dan tidak gentar,” ujar salah satu pelatih yang mendampingi.
Harumkan Nama Tasikmalaya di Tingkat Internasional
Meski belum meraih emas, prestasi Rini tetap menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Tasikmalaya. Ini menjadi bukti bahwa atlet Tasikmalaya mampu bersaing dengan karateka terbaik, baik dari dalam maupun luar negeri.
Raihan medali perak ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi karateka muda di Tasikmalaya untuk terus berlatih dan mengasah kemampuan. Dengan pembinaan yang tepat, potensi atlet lokal dinilai bisa terus melahirkan prestasi di level nasional hingga internasional.
Keikutsertaan Rini di Yogyakarta Open VI juga menjadi ajang pembuktian bahwa pembinaan karate di Tasikmalaya mulai menunjukkan hasil. Pemerintah daerah dan KONI Kabupaten Tasikmalaya pun didorong untuk terus mendukung para atlet agar bisa tampil di kejuaraan-kejuaraan berikutnya.
Yogyakarta Open Tournament merupakan salah satu kejuaraan karate terbesar di Indonesia yang mendapat dukungan langsung dari Kemenpora RI. Tahun ini event diikuti ratusan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, serta beberapa negara seperti Filipina, Malaysia, dan Thailand.
Bagi Rini, medali perak ini bukan akhir. Ia mengaku akan terus berlatih dan mengevaluasi kekurangan di final agar bisa kembali tampil dan meraih emas pada kejuaraan selanjutnya.
“Ini pengalaman berharga. Saya belajar banyak dari final kemarin. Insya Allah ke depan bisa lebih baik lagi dan mengharumkan nama Tasikmalaya,” pungkas Rini.***

