Media Warga+62.My.id - Setelah berjalan selama satu tahun, Program INUTAS Impact 2025-2026 resmi ditutup. Penutupan berlangsung khidmat di Halaman Kantor Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Sabtu (29/08/2026).
Acara dihadiri Kabag Kesra Kota Tasikmalaya Asep Dudi, Camat Mangkubumi Drs. Slamet, perwakilan KUA Mangkubumi, Lurah Cipawitra Hj. Ade Nuryeni, Ketua FKDT, para guru MDTU, serta tokoh masyarakat.
Satu Tahun, Lima Program Menyentuh Langsung Warga
Ketua Program INUTAS Impact 2025-2026, Dr. Hj. Hani Solihah, menyebut program ini wujud nyata pengabdian kampus untuk masyarakat.
“Selama setahun kami bersama warga Cipawitra menjalankan lima program utama. Ke depan akan ada evaluasi untuk pengembangan lebih lanjut,” kata Hani.
Lima program unggulan yang dijalankan yaitu:
1. Madrasah Digitalb– pelatihan literasi teknologi bagi guru dan siswa MDTU
2. Manajemen Madrasahv– penguatan tata kelola lembaga pendidikan
3. Pendamping UMKM – pelatihan dan strategi pemasaran produk warga
4. Sekolah Hukum Keluarga– edukasi hukum dasar untuk keluarga
5. Sampah Barokah – pengelolaan sampah berbasis komunitas
Menurut Hani, di awal sempat ada kendala rekrutmen peserta. Namun berkat sinergi dengan kelurahan, kader PKK, dan Posyandu, persoalan itu bisa diatasi.
Indikator keberhasilan terlihat jelas. “Pemahaman masyarakat meningkat, perilaku mulai berubah ke arah positif, dan sudah ada warga yang mempraktikkan ilmu yang didapat,” jelasnya.
Hani menegaskan penutupan bukan akhir. “Ini tidak berhenti di sini. Setelah evaluasi akan ada program lanjutan. Prinsip kami tetap kolaboratif, partisipatif, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Lahir dari Kegelisahan Kampus
Wakil Rektor 2 Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya INUTAS, Dr. Eki Sirojul Baihaki, S.H, M.H, mengatakan program ini muncul karena adanya kesenjangan antara kampus dan masyarakat.
“Selama ini ilmu terasa jauh dari warga. Pengabdian juga sering berhenti saat program selesai. Padahal masyarakat harusnya jadi subjek, bukan hanya objek,” ujar Eki.
Ia mendorong agar kolaborasi pentahelix, antara kampus, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media terus diperkuat.
“Pembangunan tidak akan berjalan kalau masih ada ego sektoral. INUTAS ingin menjadi kampus yang benar-benar menjawab tantangan zaman,” katanya.
Apresiasi Pemerintah dan Warga
Lurah Cipawitra Hj. Ade Nuryeni menyambut baik inisiatif INUTAS. Ia menilai program ini tepat sasaran.
“Kami sangat mengapresiasi. Semoga manfaatnya terasa di bidang pendidikan, ekonomi, dan lingkungan warga Cipawitra,” ucapnya.
Camat Mangkubumi Drs. Slamet juga menilai program ini sejalan dengan 7 program prioritas Pemkot Tasikmalaya.
“Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan dan bisa jadi contoh untuk kelurahan lain,” kata Slamet.
Ustadz Iim, pengelola MDTU, mengaku sangat terbantu. “Alhamdulillah sekarang kami paham Madrasah Digital. Ilmunya sangat berguna untuk pembelajaran anak-anak,” ujarnya.
Dengan berakhirnya INUTAS Impact, kolaborasi kampus dan masyarakat Cipawitra diharapkan naik ke tahap yang lebih luas, agar dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang.***
