Media Warga+62.My.id - Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Tasikmalaya menggelar Program Peningkatan Kompetensi Guru P2KG. Sebanyak 376 guru dari lembaga Taman Kanak-kanak Al-Qur’an TKA, Taman Pendidikan Al-Qur’an TPA, dan PAUDqu se-Kota Tasikmalaya mengikuti pelatihan di Gedung Dakwah Indonesia, Rabu (19/08/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang pembekalan bagi para pendidik Al-Qur’an dan anak usia dini agar kualitas mengajar dan pembinaan karakter semakin kuat.
Acara dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara. Dalam sambutannya, ia menekankan peran guru TKA/TPA dan PAUDqu sangat strategis.
“Guru punya peran penting dalam membentuk anak yang beriman dan berakhlak. Dari tangan para guru inilah lahir generasi yang cinta Al-Qur’an dan punya adab,” kata Diky.
Diky juga menyambut baik rencana kenaikan insentif bagi para guru. Meskipun pencairannya belum dilakukan, ia menilai langkah pemerintah itu merupakan bentuk perhatian nyata.
Selain itu, Diky juga menyambut baik dan menyampaikan terima kasih kepada Ibu Lola yang telah memberikan bantuan kepada 25 orang guru.
Di tengah kondisi efisiensi anggaran, Diky mengajak para pejabat untuk tetap dekat dengan masyarakat. “Minimal ada bentuk perhatian, ada kehadiran. Jangan sampai masyarakat merasa ditinggalkan,” ujarnya.
Kabar baik datang dari Ketua BKPRMI Kota Tasikmalaya, Nuki Anwar Sidiq. Ia menyampaikan bahwa insentif guru TKA/TPA dan PAUDqu akan naik Rp50 ribu.
“Semula Rp600 ribu per tahun, sekarang menjadi Rp650 ribu per tahun. Ini sudah diputuskan dan tinggal menunggu pencairan,” jelas Nuki di sela kegiatan.
Menurut Nuki, kenaikan ini merupakan kelanjutan dari kebijakan sebelumnya. Di era kepemimpinan Wali Kota H. Syarif, insentif berada di angka Rp300 ribu. Kemudian naik menjadi Rp600 ribu di masa Wali Kota H. Budi Budiman. Kini di era pemerintahan sekarang ditambah lagi menjadi Rp650 ribu.
“Memang belum diterima saat ini. Tapi setidaknya ada kepastian. Rencananya akan dicairkan akhir Agustus 2026. Biasanya pencairan dilakukan saat bulan Ramadhan,” tambahnya.
Nuki berharap kenaikan ini menjadi awal dari perhatian yang lebih besar dari pemerintah. Ia menekankan kesejahteraan guru ngaji dan guru PAUDqu harus terus ditingkatkan agar semangat mendidik tidak padam.
P2KG yang diikuti 376 peserta ini diisi dengan materi pedagogik, metode pembelajaran Al-Qur’an yang menyenangkan, serta penguatan karakter bagi anak usia dini. BKPRMI ingin memastikan guru tidak hanya menguasai bacaan, tapi juga mampu mendidik dengan pendekatan yang sesuai perkembangan anak.
“Dengan kompetensi yang meningkat, diharapkan lulusan TKA/TPA dan PAUDqu di Tasikmalaya semakin berkualitas, hafalannya bagus, akhlaknya baik, dan siap jadi generasi penerus,” tutup Nuki.***
