Uji Coba Meriah di Markas Kostrad, Dua Bocah Galuh Putra Curi Perhatian Lawan SSB Putra Banjaran


Media Warga+62.My.id – Lapangan Brigif 13/Raider Kostrad Galuh Rahayu ramai pada Minggu, 28 Juni 2026. SSB Galuh Putra menjamu SSB Putra Banjaran asal Kabupaten Bandung dalam laga persahabatan antarpembinaan usia dini.

Pertandingan berlangsung dari kelompok U-8 sampai U-12. Selain menambah jam terbang anak-anak, agenda ini juga menjadi wadah mempererat hubungan antar akademi sepak bola.

Sorotan utama jatuh pada laga U-10 kelahiran 2015. Dua pemain tuan rumah, Alzio dan Ali, tampil lepas meski baru masuk SSB Galuh Putra belum genap setahun. Di bawah arahan Pelatih Bia Alfauzani, keduanya menunjukkan progres mencolok. Adu kaki, keberanian membawa bola, hingga kerja sama timnya mampu mengimbangi tempo lawan.

Penampilan itu mendapat tepuk tangan dari penonton dan apresiasi tim pelatih tamu.

Semangatnya Bagus, Tinggal Jaga Disiplin

Pelatih Kepala SSB Galuh Putra, Bia Alfauzani, mengaku puas melihat perkembangan skuad usia dini. 

“Mereka masih sangat muda, tapi semangat latihan dan peningkatan kemampuannya terlihat. Bisa bersaing dan tidak kalah mental saat melawan tim tamu. Harapannya mereka terus disiplin, supaya ke depan bisa berprestasi dan mengharumkan nama Galuh Putra serta Kota Tasikmalaya,” kata Bia di sela laga.

Bagi Bia, laga persahabatan seperti ini penting. Anak-anak belajar adaptasi lawan baru, membaca situasi pertandingan, dan membangun mental bertanding tanpa tekanan poin klasemen.

Dukungan Orang Tua dan Sponsor

Orang tua Alzio dan Ali menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran pelatih Galuh Putra yang membimbing dengan sabar dan konsisten. Mereka juga mengapresiasi dukungan sponsor Ababil Parfum yang ikut mendorong perkembangan dua talenta muda tersebut.

“Kehadiran sponsor membuat anak-anak lebih semangat. Mereka merasa didukung, bukan hanya oleh pelatih, tapi juga pihak luar,” ujar salah satu wali murid.

Fokus Pembinaan Karakter dan Mental Tanding

SSB Galuh Putra menilai pertandingan uji coba adalah bagian dari proses panjang pembinaan. Selain teknik dasar, anak-anak dilatih disiplin, sportivitas, dan keberanian mengambil keputusan di lapangan.

“Target kami bukan hanya menang. Yang utama pemain U-8 sampai U-12 punya mental kuat, mau belajar, dan tumbuh jadi bibit pesepak bola yang bisa bersaing di level lebih tinggi,” jelas Bia.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan sekolah sepak bola dari luar daerah seperti Putra Banjaran membuka ruang pertukaran ilmu. Anak-anak mendapat pengalaman menghadapi gaya main berbeda, sementara pelatih bisa mengevaluasi program latihan.

Dengan suasana pertandingan yang meriah dan dukungan orang tua, Galuh Putra berharap lahir lebih banyak pemain muda potensial dari Kota Tasikmalaya. Jika konsisten ditempa, Alzio, Ali, dan rekan-rekannya diyakini bisa menjadi generasi yang membawa nama daerah ke pentas yang lebih luas.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama