Media Warga+62.My.id – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terus berjalan di Kabupaten Pangandaran. Tim pelaksana turun langsung ke lapangan untuk memantau progres pembangunan rumah warga penerima manfaat.
Koordinator Fasilitator Kabupaten Pangandaran, Guruh Wangsawiguna bersama PPK Rumah Swadaya dan Pengembangan Kawasan Permukiman 1, Nadya Rahmarani Akbar, melakukan monitoring ke rumah milik Turiah dan Ngadiman. Keduanya merupakan penerima manfaat BSPS di wilayah Pangandaran.
Kunjungan ini bertujuan memastikan proses rehab rumah berjalan sesuai standar, tepat waktu, dan tepat sasaran.
Guruh menjelaskan, pelaksanaan BSPS di Pangandaran dimulai sejak April dan ditargetkan selesai Juli 2026.
"Untuk Tahap 1 kita alokasikan 50 unit. Rinciannya Desa Sidomulyo 19 unit, Desa Purbahayu 14 unit, dan Desa Babakan 17 unit," ujar Guruh saat ditemui di lokasi.
Selain itu, pada Tahap 3 juga disiapkan 50 unit rumah. Dengan begitu total 100 unit sudah berjalan. Ia menyebut masih ada tambahan kuota di tahap berikutnya, sehingga jumlah penerima manfaat akan terus bertambah.
BSPS sendiri merupakan bantuan stimulan dari pemerintah untuk warga kurang mampu agar memiliki rumah yang layak huni. Polanya swadaya, artinya warga ikut bergotong royong membangun rumahnya dengan bimbingan tenaga fasilitator.
Dalam monitoring ke rumah Turiah dan Ngadiman, tim memastikan kualitas bahan, kekuatan struktur, serta kelengkapan sanitasi. Hasilnya, progres pekerjaan dinilai sesuai rencana dan memenuhi kriteria layak huni.
Guruh berpesan kepada seluruh penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya.
"Semoga rumah yang sudah diperbaiki dan sudah layak huni ini terus dirawat dan dijaga. Jangan sampai cepat rusak. Manfaatnya harus bisa dirasakan dalam jangka panjang, untuk kenyamanan keluarga," pesannya.
Ia juga mengingatkan agar dana stimulan digunakan sesuai peruntukan, yakni untuk membeli material dan upah tukang. Keterlibatan warga dalam proses pembangunan diharapkan menumbuhkan rasa memiliki terhadap rumahnya.
PPK Rumah Swadaya dan Pengembangan Kawasan Permukiman 1, Nadya Rahmarani Akbar menambahkan, BSPS adalah salah satu upaya pemerintah menekan angka RTLH di Pangandaran.
"Melalui program ini kita ingin memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah tidak layak huni, lantai tanah, dan atap bocor. Targetnya rumah sehat, aman, dan nyaman," kata Nadya.
Ia mengapresiasi peran fasilitator, pemerintah desa, dan masyarakat yang aktif mengawal program. Kolaborasi ini dinilai kunci agar BSPS tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Dengan adanya tambahan kuota di tahap selanjutnya, Pemkab Pangandaran optimis target pengentasan rumah tidak layak huni bisa semakin cepat tercapai.
BSPS diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik rumah, tapi juga meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan keluarga penerima manfaat.***
