Media Warga+62.My.id – LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat melepas 1.120 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik yang berasal dari 8 perguruan tinggi di wilayah Priangan Timur. Pelepasan berlangsung di Lapangan Kampus Universitas Perjuangan, Senin,(20/7/2026), dan dihadiri jajaran pemerintah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, rektor, dosen, para camat, serta undangan lainnya.
Dari total peserta, 903 mahasiswa Unper akan diterjunkan ke 9 kecamatan dan 69 desa di Kabupaten Tasikmalaya. Sisanya ditempatkan di wilayah Kota Tasikmalaya.
Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., mengatakan KKN tahun ini mengusung isu strategis sesuai kebutuhan daerah. Dua program utama yang diusung adalah Sampah Tuntas dan Ekonomi Sirkular.
"Mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan. Merubah mindset masyarakat bahwa sampah bukan sesuatu yang menjijikkan, tapi bisa dikelola dan punya nilai," ujar Lukman.
Ia menekankan sesuai aturan saat ini sudah tidak ada lagi konsep Tempat Pembuangan Akhir. Targetnya, masyarakat tidak hanya membuang sampah, tapi mampu mengelola secara mandiri dari hulu ke hilir.
"Mahasiswa KKN harus mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas. Pilah dari rumah, olah jadi sesuatu yang bermanfaat," katanya.
Untuk program ekonomi sirkular, mahasiswa akan membantu penguatan UMKM agar masyarakat memiliki nilai tambah dan bisa berdikari.
"Targetnya masyarakat betul-betul memiliki nilai lebih. Bukan hanya jualan, tapi produknya naik kelas," jelas Lukman.
Ia juga berpesan agar mahasiswa menjaga etika selama di lokasi. "Keberhasilan KKN bisa dilihat setelah kalian pulang. Apakah ada kesan baik dan perubahan yang ditinggalkan untuk masyarakat," pesannya.
Wakil Rektor II Unper Tasikmalaya, Dr.Dona Setia Umbara, menjelaskan selain KKN Tematik, ada juga yang melaksanakan KKN PPM dalam KKN ini pihaknya telah bermitra dengan UMKM Bordir, UMKM Tarabag, dan Kelompok ternak Cibunigeulis.
Dalam KKN tersebut,para mahasiswa yang melaksanakan KKN akan didampingi oleh 34 Dosen Pembimbing.Menurutnya, tujuan KKN untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat kepada masyarakat, dan juga untuk mendapatkan ilmu dari pengalaman di lingkungan masyarakat.
Setelah pelaksanaan KKN, kata dia, akan dilakukan evaluasi untuk melihat hasil dari KKN yang dilaksanakan mahasiswa.
" Semoga dengan adanya KKN, dapat berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat" pungkasnya.
Sementara, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang diwakili Kabag Organisasi, menyambut baik pelaksanaan KKN Tematik ini. Ia berharap mahasiswa bisa berkolaborasi dengan program pemerintah daerah, salah satunya Tasik Hejo.
"Pengelolaan sampah harus dari hulu sampai hilir. Kami juga punya program anti rentenir dengan pinjaman tanpa bunga untuk membantu UMKM agar nilai jualnya semakin kuat," ungkap Bupati.
Sementara Sekda Kota Tasikmalaya, H.Asep Goparullah, mengapresiasi keterlibatan perguruan tinggi. Menurutnya, KKN menjadi jembatan mempertemukan kampus, pemerintah, dan masyarakat.
"KKN ini bukan hanya kegiatan mahasiswa, tapi juga pengabdian nyata untuk kemajuan daerah," ujarnya.
Kedelapan kampus yang mengirimkan mahasiswa dalam KKN Tematik ini adalah Universitas Perjuangan, Universitas Siliwangi, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya, Universitas Mandiri, STIKes Bhakti Tunas Husada, STIE Latifah Mubarokiyah, STHG, dan Politeknik Triguna.
Dengan jumlah besar dan lokasi sebaran yang luas, LLDIKTI berharap kehadiran mahasiswa bisa memberi dampak nyata. Bukan hanya membantu menyelesaikan persoalan sampah dan ekonomi, tetapi juga meninggalkan perubahan perilaku positif di masyarakat Priangan Timur.***
