Media Warga+62.My.id – Upaya menekan angka stunting di Kota Tasikmalaya terus digencarkan. Kali ini, bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa telur disalurkan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Cibunigeulis, Nina Marlina.
Telur yang dibagikan merupakan hasil dari Program Pengembangan Ayam Ras Petelur (PARASLUR) Tasik. Program ini digerakkan oleh Kelompok Wanita Tani KWT Kalapa Endah, Kebon Kalapa, Kelurahan Cibunigeulis.
Penyerahan dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata program prioritas "Tasik Pelak" atau Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan. PARASLUR merupakan program yang diinisiasi Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara dan tidak menggunakan dana APBD.
Ketua TP PKK Kelurahan Cibunigeulis Nina Marlina menerima langsung bantuan telur tersebut. Ia mengapresiasi inisiatif KWT Kalapa Endah yang mampu menghasilkan produk peternakan berkualitas untuk mendukung gizi anak.
"Alhamdulillah, telur-telur ini akan kami distribusikan sebagai PMT untuk balita yang masuk kategori rawan stunting di wilayah kami. Ini bentuk kepedulian warga untuk warga," ujar Nina, Jum'at, (10/07/2026).
Menurutnya, asupan protein hewani seperti telur sangat penting dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan. Dengan rutin mengonsumsi telur, diharapkan pertumbuhan dan perkembangan anak bisa lebih optimal.
KWT Kalapa Endah sendiri telah membudidayakan ayam ras petelur secara mandiri. Selain memenuhi kebutuhan anggota, hasil panen telur juga diarahkan untuk kegiatan sosial, salah satunya PMT stunting.
Program "Tasik Pelak" merupakan salah satu program prioritas pemerintah kota Tasikmalaya dalam upaya menggerakkan ekonomi di tingkat kewilayahan.
Konsepnya sederhana: memberdayakan potensi lokal, dikelola masyarakat, dan hasilnya dikembalikan untuk kepentingan warga.
"Tanpa APBD pun kita bisa bergerak. Kuncinya kolaborasi dan kemandirian. KWT beternak, hasilnya dipakai untuk PMT di kelurahan sendiri. Ini ekonomi sirkular yang berdampak langsung," jelas Diki Candra, kepada awak media.
Melalui Tasik Pelak, Pemkot mendorong setiap kelurahan membentuk kelompok produktif. Bisa di bidang pertanian, peternakan, perikanan, maupun UMKM. Hasilnya bisa dipakai untuk kegiatan pemberdayaan, termasuk penanganan stunting.
Pemerintah Kelurahan Cibunigeulis bersama kader PKK, posyandu, dan Puskesmas akan memastikan telur PMT tepat sasaran. Data balita stunting dan gizi kurang menjadi acuan utama penyaluran.
"Kami ingin tidak ada lagi anak yang terhambat tumbuh kembangnya karena kekurangan gizi. Dengan adanya PMT rutin dari hasil KWT, kita bisa lebih konsisten memberikan makanan bergizi," kata Nina.
Ia berharap model seperti KWT Kalapa Endah bisa ditiru kelurahan lain. Dengan begitu, gerakan penanganan stunting tidak hanya mengandalkan bantuan pemerintah, tapi juga kekuatan komunitas.
Dengan semangat kemandirian dan gotong royong, kota Tasikmalaya menargetkan penurunan stunting yang signifikan. Telur dari kandang warga kini menjadi bukti bahwa solusi lokal bisa memberi dampak besar bagi masa depan anak-anak Kota Tasikmalaya.***

Sukses selalu untuk mediawarga
BalasHapus