KPAID Tasikmalaya dan Kodam III Siliwangi Gelar Kampanye 24 Jam Anti-Kekerasan pada Anak, Targetkan Rekor MURI


Media Warga+62.My.id – Di tengah masih tingginya kasus pelanggaran hak anak di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Tasikmalaya, KPAID Kabupaten Tasikmalaya menyiapkan aksi besar. Bukan sekadar seremoni, tapi gerakan kemanusiaan nyata menyambut Hari Anak Nasional HAN 2026.

Bersama Kodam III Siliwangi, KPAID akan menggelar kampanye "Anti-Kekerasan pada Anak: 24 Jam Tanpa Jeda" pada 22–23 Juli 2026 di Gedung Islamic Center Kabupaten Tasikmalaya.

Gagasan besar ini bermula dari pertemuan sederhana. Selasa (14/07/2026) pagi, Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto bertemu Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Kosasih di taman Markas Kodam III Siliwangi. Diiringi secangkir kopi dan suasana rindang, keduanya berdiskusi serius tentang masa depan anak-anak Tasikmalaya.

Di balik sosok militernya, Mayjen Kosasih menunjukkan kepedulian tinggi terhadap perlindungan anak. Ia memastikan akan hadir langsung ke Tasikmalaya saat puncak kegiatan.

"Hari Anak Nasional momentum yang tepat untuk menyadarkan kita para orang tua. Tugas kita bukan hanya memberi makan. Kita harus memastikan anak tumbuh tanpa diskriminasi, tanpa rasa takut, dan hak-haknya terpenuhi. Keluarga adalah benteng pertama mereka," tegas Pangdam.

Yang membuat peringatan HAN tahun ini berbeda adalah durasinya. Selama 24 jam penuh tanpa henti, kampanye anti-kekerasan akan terus bergulir. 

Kegiatan ini bahkan tengah dalam proses verifikasi Museum Rekor Indonesia MURI sebagai kampanye perlindungan anak terlama secara estafet di Indonesia.

Selama sehari semalam, Islamic Center akan dipenuhi suara anak-anak. Ada pentas seni dan budaya mulai dari teater, musik, pembacaan puisi, hingga stand up comedy yang dibawakan langsung oleh anak.

Selain itu ada dialog interaktif antara orang tua dan pembuat kebijakan, serta penyerahan santunan untuk anak yatim dan anak yang membutuhkan.Tokoh perlindungan anak nasional Kak Seto juga dipastikan hadir untuk memberi dukungan moral dan menyemarakkan acara.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto menegaskan, peringatan tahun ini ingin menghidupkan kembali semangat Kepres RI No. 44 Tahun 1984 tentang Hari Anak Nasional.

Ada tiga target utama yang diusung:

1. Membangun Kepedulian Multisektor

   Melibatkan keluarga, dunia usaha, media, hingga pemerintah agar bersama menciptakan lingkungan aman bagi anak. "Karakter anak hebat lahir dari pola asuh keluarga yang berkualitas," kata Ato.

2. Memperkuat Jejaring Pengawasan 

   Sinergi KPAID, ormas, LSM, dan media agar tidak ada lagi jeritan anak yang terabaikan di pelosok Tasikmalaya.

3. Edukasi Positive Parenting

   Mengingatkan bahwa pelukan hangat, kata lembut, dan rasa aman di rumah adalah hak dasar anak untuk tumbuh menjadi generasi emas.

"Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak mengamanatkan ini tanggung jawab kita bersama. Anak tidak bisa memilih lahir di keluarga mana, tapi kita bisa memilih memberi lingkungan terbaik bagi mereka," ujar Ato.

Melalui kolaborasi KPAID dan Kodam III Siliwangi, keprihatinan terhadap kekerasan anak di Tasikmalaya ingin diubah menjadi aksi nyata. Karena satu senyuman anak yang hari ini diselamatkan, adalah investasi bagi masa depan bangsa.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama