Diky Candranegara Hadiri Sidang Terbuka Doktor Kang Bode di UPI Bandung, Apresiasi Karya Legenda Dadaha


Media Warga+62.My.id – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara hadir langsung dalam ujian sidang terbuka Program Doktor S3 tahap II, Budi Riswandi atau akrab disapa Kang Bode, di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia UPI Bandung, Senin (13/07/2026).

Kehadiran Diky atas undangan dan keinginan Kang Bode yang ingin disaksikan orang nomor dua di Kota Tasikmalaya. Diky Candra menyebut Kang Bode sebagai aset berharga Kota Tasikmalaya di bidang seni, budaya, dan pendidikan.

"Saya datang atas undangan langsung Kang Bode. Beliau seniman, sutradara teater Jatur, penulis beberapa buku, dan peneliti yang mengangkat legenda Dadaha. Karya tentang Dadaha ini banyak yang belum diketahui, bahkan oleh orang Tasik sendiri," ujar Diky.

Turut hadir dalam sidang tersebut Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Habib Qosim Nurwahab, Rektor Universitas Siliwangi UNSIL, serta sejumlah dosen UNSIL lainnya.

Dalam sidang terbuka itu, Kang Bode mempresentasikan disertasinya yang mengangkat kearifan lokal dan nilai sejarah Kota Tasikmalaya. Penelitiannya banyak menyorot legenda Dadaha yang selama ini jarang diulas secara akademik.

Hasilnya memuaskan. Para penguji memberikan apresiasi tinggi terhadap kedalaman kajian dan pendekatan seni budaya yang digunakan. Kang Bode pun resmi menyandang gelar Doktor dengan predikat sangat memuaskan.

"Saya, dan Pak Wali, atas nama Pemkot Tasikmalaya mengucapkan selamat kepada Kang Bode. Semoga tidak lelah menebar ilmu, baik sebagai dosen, seniman, sutradara teater, maupun penulis," kata Diky.

Menurutnya, capaian akademik seperti ini penting untuk memperkuat identitas budaya Tasikmalaya. Karya-karya Kang Bode dinilai bisa menjadi jembatan antara dunia akademik dan pelestarian budaya daerah.

Usai menghadiri sidang, Diky melanjutkan agenda di Bandung dengan bertemu calon investor. Pertemuan awalnya dijadwalkan bersama Dinas PSDA untuk membahas usulan bantuan dana pembebasan lahan dari Provinsi, khususnya untuk kawasan bukit-bukit yang perlu dilindungi.Namun agenda itu harus dijadwal ulang.

"Saya ada undangan sidang paripurna besok, jadi pertemuan dengan PSDA harus direschedule," jelasnya.

Diky menegaskan, Pemkot Tasikmalaya tetap berkomitmen menjaga kawasan resapan dan bukit sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana dan kelestarian lingkungan.

Ia berharap dukungan dari Provinsi bisa segera terealisasi agar pembebasan lahan untuk ruang hijau dan konservasi dapat berjalan.

Kehadiran Wawali di dua agenda berbeda dalam satu hari itu menjadi cerminan bagaimana pemerintah daerah berupaya menyeimbangkan antara penguatan budaya dan pembangunan ekonomi. Dari mengapresiasi capaian akademisi daerah, hingga membuka peluang investasi untuk Tasikmalaya ke depan.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama