Komite SMA, SMK, SLB Negeri se-Kota Tasikmalaya Sepakat Bentuk Forkosekta, Perkuat Peran dan Koordinasi


Media Warga+62.My.id – Komite Sekolah dari SMA, SMK, dan SLB Negeri di Kota Tasikmalaya berinisiatif membentuk forum bersama. Wadah itu diberi nama Forum Komite Sekolah Kota Tasikmalaya atau Forkosekta.

Wacana pembentukan dibahas dalam rapat perdana yang digelar di Aula KCD Wilayah XII Tasikmalaya, Jalan Karikil, Kecamatan Mangkubumi, Senin 20/7/2026. Hadir ketua dan sekretaris komite dari seluruh sekolah negeri se-kota.

Satukan Komite di Bawah Satu Payung

Koordinator Panitia Pembentukan Forkosekta, H. Nanang Nurjamil, menyebut pertemuan ini sebagai langkah awal menyatukan gerak komite sekolah.

"Di Kota Tasikmalaya ada 11 SMA Negeri, 4 SMK Negeri, dan 2 SLB Negeri. Jumlahnya tidak sedikit. Karena itu kami butuh satu payung koordinasi supaya kerja-kerja komite lebih terarah," ujar Nanang.

Selama ini, kata dia, tiap komite bergerak sendiri-sendiri. Padahal persoalan yang dihadapi di lapangan relatif sama. Mulai dari upaya memperkuat keterlibatan orang tua, menjaga transparansi pengelolaan dana, sampai mendukung program-program sekolah.

"Kalau ada forum, komunikasi antar sekolah akan lebih cepat. Aspirasi komite juga bisa kami salurkan secara kolektif ke pemerintah dan dinas terkait," tambahnya.

Luruskan Pemahaman Tugas Komite

Nanang menegaskan, tujuan utama Forkosekta adalah menyamakan visi dan mempermudah koordinasi dalam menjalankan tupoksi komite sesuai aturan.

Dasar hukumnya sudah jelas. Peran komite diatur dalam Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016, lalu diperkuat melalui Pergub Nomor 44 Tahun 2022.

"Selama ini masih banyak pemahaman yang keliru. Sebagian menganggap komite hanya bertugas mengumpulkan dana. Padahal fungsinya jauh lebih luas. Ada fungsi memberi pertimbangan, pendukung, pengawas, hingga mediator antara sekolah dan masyarakat," jelasnya.

Dengan adanya forum, Nanang berharap pemahaman itu bisa diseragamkan. Sehingga eksistensi komite tidak hanya sebatas nama, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya.

"Kalau semua punya pemahaman yang sama, dukungan terhadap program sekolah pasti lebih kuat. Orang tua juga jadi paham posisi dan perannya dalam memajukan pendidikan," katanya.

Akan Disosialisasikan ke Pemprov dan KCD

Setelah struktur Forkosekta terbentuk, pengurus berencana melakukan sosialisasi secara berjenjang. Pihak yang akan dilibatkan antara lain Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, KCD Wilayah XII sebagai pembina, dan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

"Kami ingin forum ini mendapat pengakuan dan dukungan. Tujuannya satu, bagaimana caranya bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan di Tasikmalaya," ungkap Nanang.

Ia juga meluruskan bahwa Forkosekta tidak dimaksudkan untuk menyaingi struktur yang sudah ada. Justru forum ini hadir untuk memperkuat posisi komite sebagai mitra strategis sekolah.

Para peserta rapat menyambut positif rencana tersebut. Mereka berharap Forkosekta segera diresmikan dan bisa langsung bekerja, sehingga peran komite sekolah tidak berhenti di acara formalitas, melainkan berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan di Kota Tasikmalaya.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama