Media Warga+62.My.id – Peringatan Hari Anak Nasional HAN 2026 di Kabupaten Tasikmalaya berlangsung penuh haru. Di tengah keramaian ribuan peserta, terselip kisah kepedulian, air mata bahagia, dan harapan baru bagi anak-anak yang pernah menjadi korban kekerasan.
Mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas”, perayaan yang digagas Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah KPAID Kabupaten Tasikmalaya ini tak hanya menjadi seremoni tahunan. Acara berubah menjadi ruang hangat untuk 1.100 keluarga kurang mampu dan anak korban kekerasan.
Kemeriahan HAN tahun ini semakin lengkap dengan kehadiran sejumlah tokoh. Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M. hadir langsung di tengah anak-anak. Turut hadir Irjen Kemendes PDTT Dr. Masyhudi, S.H., M.H., Ketua KPAI Pusat Dr. Aris Adi Leksono,M.M.Pd., Danrem Tarumanagara Garut Kolonel Inf. Dadi Sutandi, S.E., M.M., Regional CEO BSI Jawa Barat Fitria Ekayani, Pendiri Sahabat Ryano Muhamad Ryano Panjaitan, Owner Group37 H. Cahya Gandara, serta Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi.
Kehadiran para pemimpin ini mengirim pesan tegas: perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama.
Momen yang paling dinanti terjadi saat Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih memberikan motivasi kepada orang tua dan anak. Dikenal sebagai jenderal yang dekat dengan kegiatan keagamaan, ia menekankan pentingnya peran keluarga.
"Keluarga adalah tempat pertama anak belajar. Dari rumah, anak mendapat bekal untuk menghadapi tantangan hidup yang semakin kompleks," ujar Mayjen Kosasih dengan nada hangat.
Ia juga berpesan kepada anak-anak Tasikmalaya agar terus semangat belajar demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Terus belajar. Persiapkan diri karena masa depan akan lebih menantang dari sekarang," pesannya.
Sebagai bentuk perhatian, Pangdam juga memberi ucapan dan hadiah kecil kepada anak-anak yang berulang tahun di hari itu. Hal sederhana ini sukses membuat wajah anak-anak berseri dan lebih percaya diri.
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengaku bersyukur acara bisa berjalan kolosal. Ia menyebut Pangdam Kosasih sudah lama konsisten mendukung isu perlindungan anak.
"Beliau selalu hadir saat anak-anak butuh perlindungan. Hari ini kita lihat sendiri beliau bercengkrama dan memberi perhatian langsung. Ini teladan bagi kita semua," kata Ato.
Hal senada disampaikan Owner Group37 H. Cahya Gandara. Melalui kerja sama dengan KPAID, pihaknya mendampingi ribuan keluarga dan anak korban kekerasan agar bisa kembali tersenyum.
"Kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa memberi manfaat untuk orang lain," ucapnya.
Rangkaian HAN ditutup dengan pertunjukan seni, pameran karya anak, bazar UMKM, dan permainan edukatif.
Melalui sinergi pemerintah, KPAID, TNI, dunia usaha, dan masyarakat, HAN 2026 di Tasikmalaya membuktikan kepedulian tidak berhenti di wacana. Ia diwujudkan dalam aksi nyata untuk merawat anak-anak agar tumbuh sehat, cerdas, tangguh, dan terlindungi.***

