Akhirnya Diterima di SDN Sindanggalih, Malik Siap Sekolah Wujudkan Cita-Cita


Media Warga+62.My.id – Ada kabar mengharukan dari Sindanggalih. Malik, calon siswa yang sempat hampir diarahkan ke SLB karena miskomunikasi, akhirnya dipastikan bisa menimba ilmu di SDN Sindanggalih. 

Kepastian itu disampaikan langsung oleh pihak sekolah yang datang ke rumah orang tua Malik, Nana. Kunjungan itu sekaligus menjadi ajang permintaan maaf dan penyampaian solusi agar Malik bisa belajar dengan nyaman.

Sebelumnya keluarga sempat khawatir. Malik yang memiliki keterbatasan fisik dan belum bisa berjalan sempat mendapat arahan untuk bersekolah di SLB. 

Namun setelah komunikasi diluruskan, SDN Sindanggalih menegaskan Malik tetap diterima sebagai siswa di sekolah umum tersebut.

“Mereka datang ke rumah untuk menyampaikan permohonan maaf. Katanya ada salah paham. Alhamdulillah sekarang Malik sudah pasti bisa sekolah di sini,” ujar Nana saat ditemui di kediamannya, Senin,(06/07/2026).

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh haru. Pihak sekolah tidak hanya meluruskan informasi, tapi juga membawa komitmen nyata.

Untuk mendukung aktivitas Malik di sekolah, pihak SDN Sindanggalih berkomitmen menyediakan kursi roda. Fasilitas itu diharapkan membantu Malik untuk mobilitas dari rumah ke sekolah dan selama di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Nana yang berprofesi sebagai pengrajin meubel rumahan juga ikut ambil bagian. Ia siap membuatkan kursi belajar khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan Malik di dalam kelas.

“Kami ingin Malik merasa nyaman saat belajar. Kebetulan saya bisa buat sendiri, jadi nanti saya buatkan kursi yang pas untuk dipakai Malik,” kata Nana.

Perjuangan Malik untuk bisa sekolah di sekolah umum juga mendapat dukungan dari Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi. Kepler mengapresiasi langkah SDN Sindanggalih yang membuka pintu bagi Malik.

Ia berharap Malik bisa belajar dengan tekun dan menggapai cita-citanya menjadi seorang tentara.

“Kasus ini jadi pengingat bagi kita semua. Setiap anak punya hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan tanpa diskriminasi. Sekolah harus jadi ruang inklusif tempat semua anak bisa belajar bersama,” kata Kepler.

Dengan adanya kepastian diterima di SDN Sindanggalih, ditambah dukungan kursi roda dari sekolah dan kursi belajar dari orang tua, Nana berharap proses belajar Malik berjalan lancar.

Bagi Malik, kursi roda dan kursi khusus bukan sekadar alat bantu. Itu adalah jalan baginya untuk bisa duduk bersama teman-teman, mengikuti pelajaran, dan mengejar mimpi.

“Terima kasih untuk semua yang sudah peduli dan membantu. Semoga Malik bisa belajar dengan baik dan membanggakan,” tutup Nana.

Kini Malik hanya tinggal menunggu bel masuk berbunyi. Sebuah langkah kecil bagi sekolah, tapi langkah besar bagi Malik untuk memulai masa depannya.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama