Media Warga+62.My.id – Tim verifikasi Balai Pelaksana Penyedia Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Wilayah Jawa II turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan penerima bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Monitoring kali ini digelar di Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Rabu, (24 Juni, 2026).
Yadi Supriyadi, Staf Kasi Wilayah II Balai P3KP Jawa II, menjelaskan bahwa alokasi program BSPS untuk Kota Tasikmalaya tahun ini mencapai 307 unit rumah. Bantuan tersebut merupakan hasil sinergi aspirasi Anggota DPR RI Komisi V, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, serta Pemerintah Kota Tasikmalaya.
“Kami berharap jumlahnya terus bertambah. Target di Jawa Barat sendiri belum tercapai, sehingga kami masih berupaya mengejar kekurangan itu,” ujar Yadi di sela kegiatan verifikasi.
Ia mengimbau dinas terkait maupun anggota dewan untuk aktif mengusulkan tambahan kuota ke kementerian. Menurutnya, BSPS sangat dibutuhkan masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki hunian layak, sehat, dan aman.
Sementara itu, Lurah Cibunigeulis Dennie Rafiudin menyebut wilayahnya mendapat alokasi empat unit rumah BSPS yang diperuntukkan bagi peserta Sekolah Rakyat. Namun, keempat calon penerima masih dalam tahap verifikasi lapangan hari ini karena harus memenuhi persyaratan khusus yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Data penerima ditentukan langsung oleh Kementerian Sosial dengan mengacu pada basis data Sekolah Rakyat. Jadi kami sifatnya memfasilitasi dan mendampingi proses verifikasi,” terang Dennie.
Verifikasi meliputi pengecekan kondisi eksisting rumah, kepemilikan lahan, kesiapan swadaya penerima, serta kelengkapan administrasi. Tim P3KP memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat segera direalisasikan setelah semua syarat terpenuhi.
Program BSPS sendiri memberikan dana stimulan sebesar Rp20 juta per unit untuk peningkatan kualitas rumah. Dana itu digunakan untuk pembelian material, sementara pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan pendampingan tenaga fasilitator lapangan.
Dennie berharap program ini berjalan berkelanjutan. “Masih banyak warga kami yang rumahnya belum layak huni. Kalau program ini terus ada, dampaknya akan sangat terasa,” katanya.
Dengan total 307 unit di Kota Tasikmalaya, BSPS diharapkan mampu mengurangi angka rumah tidak layak huni sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui pembelian material dan tenaga kerja konstruksi.
P3KP Jawa II menargetkan seluruh proses verifikasi rampung dalam waktu dekat agar pencairan bantuan tidak tertunda. Setelah verifikasi selesai, pembangunan akan segera dimulai dengan pengawasan ketat agar kualitas hasil sesuai standar Kementerian PUPR.(Vhet)***
