Sensus Ekonomi 2026 Dimulai: BPS Bidik ‘Dapur Digital’ Rumah Tangga, Jamin Data Aman


Media Warga+62.My.id  – Wajah ekonomi Indonesia kini tak lagi hanya terlihat di pasar tradisional. Dari balik pintu rumah, omzet miliaran rupiah bisa berputar lewat satu klik di layar ponsel. Untuk memotret perubahan itu, Badan Pusat Statistik, BPS, resmi menggelar Sensus Ekonomi 2026 serentak di seluruh Indonesia selama Juni hingga Agustus 2026.

Pencanangan untuk wilayah Priangan Timur dipusatkan di Kota Tasikmalaya. Sosialisasi berlangsung di Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya, Sabtu (20 Juni 2026), dihadiri langsung Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti.

Turut hadir perwakilan kepala daerah se-Priangan Timur. Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan dan Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin hadir langsung, bersama pejabat dari Garut, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

Sebelum acara, Kepala BPS RI bersama Anggota DPR RI Komisi X Ferdiansyah menyusuri Semipedestrian Jalan Cihideung. Keduanya berdialog dengan pelaku usaha lokal, menyerap aspirasi sekaligus melihat denyut ekonomi kota. 

Amalia menegaskan Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar agenda rutin 10 tahunan. “Ini general check-up kesehatan ekonomi Indonesia,” ujarnya. Fokus sensus kali ini melebar hingga rumah tangga, membidik aktivitas ekonomi yang tak kasat mata.

“Aktivitas ekonomi banyak bergeser dari pasar fisik ke online. Rumah yang terlihat sepi belum tentu tidak produktif. Bisa jadi di dalamnya ada omzet luar biasa,” kata Amalia.

Data hasil sensus akan jadi fondasi pemerintah merumuskan kebijakan, mendeteksi anomali, dan mengoptimalkan potensi ekonomi, khususnya di Priangan Timur.

Untuk menepis keraguan warga, BPS mengusung slogan TIR.  T - Terima, petugas sensus dengan baik di rumah Anda.  I - Isi data secara jujur, nyata, dan apa adanya.R - Rahasia data dijamin undang-undang.

Amalia memastikan seluruh data diproteksi ketat dari ancaman siber. BPS bekerja sama dengan otoritas keamanan data agar informasi warga tidak bocor.

Demi kenyamanan, petugas sensus direkrut dari warga lokal. “Untuk Tasikmalaya, petugasnya warga sini, bukan dari Bandung. Mereka paham wilayah dan psikologi masyarakat,” jelas Amalia.

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, mengapresiasi langkah BPS. Menurutnya, akurasi data adalah kunci kebijakan tepat sasaran. “Kalau data ekonominya riil, kebijakan pusat sampai daerah pasti baik,” tegasnya.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengaku bangga kotanya jadi titik fokus pencanangan se-Priangan Timur. 

“Ini kehormatan dan dukungan besar untuk kemajuan Tasikmalaya. Kami siap kawal agar data konkret ini menyukseskan program pembangunan,” kata Viman.

Sensus Ekonomi 2026 menargetkan seluruh pelaku usaha, dari UMKM rumahan hingga korporasi. Dengan mendeteksi ‘dapur ekonomi digital’ di tiap rumah, pemerintah berharap potret ekonomi Indonesia ke depan lebih utuh, akurat, dan jadi pijakan kebijakan yang benar-benar menyentuh warga.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama