Media Warga+62.My.id – PAC PDI Perjuangan Bungursari menggelar Pembagian Sembako dan Senam Lansia dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno yang jatuh setiap Juni.Semangat gotong royong dan penghormatan pada sang proklamator menghangatkan GOR Kelurahan Bungursari, Kamis (18 Juni 2026).
Acara dihadiri langsung Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, H. Dodo Rosada, bersama jajaran pengurus. Puluhan warga, terutama kaum lansia, tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi.
Ketua PAC Bungursari, Asep Devo, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno.
“Juni adalah bulan istimewa.Ini momen penting untuk mengenang jasa dan pemikiran beliau sebagai proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia,” ujarnya.
Tak hanya berbagi sembako dan senam bersama lansia, PAC Bungursari juga menyerahkan SK kepengurusan ranting dan anak ranting se-Kecamatan Bungursari. Penyerahan SK menjadi langkah konsolidasi partai di tingkat basis.
“SK ini amanah. Kami harap para pengurus ranting dan anak ranting bisa bekerja membumikan ajaran Bung Karno di tengah masyarakat,” kata Asep Devo.
Ia menekankan, para kader PDI Perjuangan harus meneladani semangat perjuangan, nasionalisme, dan keberpihakan Bung Karno pada rakyat kecil.
Suasana makin meriah saat senam lansia dimulai. Ibu-ibu dan bapak-bapak lanjut usia tampak bersemangat mengikuti gerakan instruktur. Usai senam, paket sembako berisi beras, minyak, dan kebutuhan pokok lain dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, H. Dodo Rosada, mengapresiasi inisiatif PAC Bungursari.
“Kegiatan seperti ini bagus. Menyatukan pengurus, kader, dan masyarakat. Ini wujud nyata membumikan ajaran Bung Karno: gotong royong dan peduli wong cilik,” tegas Dodo.
Dodo berpesan agar semangat Bulan Bung Karno tidak berhenti di seremonial. “Teladani Bung Karno dalam tindakan. Hadir di tengah rakyat, bantu yang susah, jaga persatuan,” pesannya.
Peringatan Bulan Bung Karno oleh PAC Bungursari menjadi bukti bahwa nilai-nilai perjuangan sang proklamator tetap hidup. Dari senam lansia, pembagian sembako, hingga penguatan struktur partai, semuanya diramu dalam semangat yang sama: meneruskan cita-cita Bung Karno untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.***

