Gandeng PT.Primajasa, GAM dan SAPMA Bagikan Paket Mandi untuk Warga Binaan Lapas Tasikmalaya,


Media Warga+62.My.id – Sentuhan kepedulian hadir di Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Kamis 18 Juni 2026. Gerakan Ajengan Muda, GAM, Tasikmalaya bersama SAPMA menggelar aksi sosial dengan membagikan 535 paket peralatan mandi untuk seluruh warga binaan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di sela acara Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan yang digelar di area lapas. Ketua GAM Tasikmalaya, Hasdist Munawir Al Asyary, menyerahkan paket bantuan kepada Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Ismet Sitorus.

Hasdist Munawir menjelaskan, aksi ini merupakan bentuk nyata kepedulian GAM dan SAPMA terhadap warga binaan. Kegiatan tersebut juga hasil kolaborasi dengan PT. Primajasa yang turut mendukung penyediaan bantuan.

“Kami ingin hadir memberi manfaat. Paket peralatan mandi ini sederhana, tapi kami harap bisa membantu menjaga kebersihan dan kesehatan warga binaan selama menjalani masa pidana,” ujar Hasdist.

Ia menambahkan, GAM dan SAPMA berkomitmen terus bergerak dalam kegiatan sosial. Menurutnya, warga binaan tetap bagian dari masyarakat yang harus dirangkul dan dibina. 

“Semoga bantuan kecil ini membawa semangat baru bagi saudara-saudara kita di dalam lapas,” katanya.

Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Ismet Sitorus, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada GAM, SAPMA, dan PT. Primajasa atas perhatian yang diberikan. 

“Kami sangat mengapresiasi. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk menunjang kebutuhan dasar warga binaan. Kepedulian seperti ini memberi motivasi bagi mereka bahwa di luar masih banyak yang peduli,” ungkap Ismet.

Aksi sosial ini melengkapi rangkaian kegiatan Penguatan Karakter dan Wawasan Kebangsaan yang digelar di lapas pada hari yang sama. Sebelumnya, warga binaan juga mendapat pembekalan kebangsaan dan hiburan seni tari.

Dengan adanya bantuan paket mandi, kebutuhan dasar warga binaan sedikit terbantu. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pembinaan tidak hanya soal hukum dan disiplin, tetapi juga sentuhan kemanusiaan.

GAM dan SAPMA berharap kolaborasi serupa bisa terus berlanjut. Sebab bagi mereka, merawat kemanusiaan adalah tugas bersama, termasuk untuk mereka yang sedang berada di balik jeruji.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama