Media Warga+62.My.id – Lembaga TKA/TPA/DTA Miftahul Hasanah menggelar Pekan Imtihan Santri di Kampung Pojok, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Kegiatan yang berlangsung meriah itu dihadiri langsung Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, Senin malam,22 Juni 2026.
Pekan Imtihan menjadi ajang apresiasi bagi santriwan-santriwati yang telah menuntaskan pendidikan Al-Qur’an tingkat dasar. Satu per satu santri tampil membacakan ayat suci, hafalan doa, hingga unjuk kemampuan baca tulis Al-Qur’an di hadapan orang tua, guru, dan tamu undangan.
Ketua BKPRMI Kota Tasikmalaya, Nuki Anwar Sidiq, mengaku bangga dengan capaian Miftahul Hasanah. Menurutnya, lembaga ini konsisten melahirkan santri berprestasi.
“TKA/TPA/MDA Miftahul Hasanah Mangkubumi adalah salah satu lembaga yang berhasil mencetak santriwan-santriwati yang membanggakan. Nilai munaqosah mereka selalu di atas rata-rata,” ujarnya.
Nuki berharap kegiatan ini menjadi penyemangat baru bagi para santri. Imtihan bukan akhir, melainkan pintu untuk terus menuntut ilmu ke jenjang lebih tinggi. “Semoga anak-anak makin semangat belajar, makin cinta Al-Qur’an, dan kelak jadi generasi berakhlakul karimah,” kata dia.
Di balik prestasi santri, Nuki menyoroti peran guru. Para ustaz dan ustazah di TPA/MDA disebutnya sebagai ujung tombak. Mereka tetap mengajar dengan ikhlas meski kesejahteraan belum sepenuhnya terpenuhi.
“Raihan prestasi para santri tidak lepas dari peran guru yang terus semangat mendidik. Padahal kita tahu, kondisi mereka masih jauh dari kata sejahtera,” tegas Nuki.
Karena itu, ia menitipkan pesan kepada pemerintah. BKPRMI berharap ada perhatian lebih serius terhadap nasib guru madrasah dan guru ngaji. Insentif, pelatihan, hingga jaminan sosial dinilai penting agar mereka bisa fokus mendidik tanpa terbebani kebutuhan hidup.
Kehadiran Wakil Wali Kota Diky Candranegara dalam acara tersebut juga memberi warna tersendiri. Para santri dan wali murid merasa dihargai karena pimpinan daerah mau turun langsung melihat proses pendidikan Al-Qur’an di tingkat kampung.
Bagi warga Kampung Pojok, Pekan Imtihan bukan sekadar seremonial wisuda. Ini bukti bahwa pendidikan Al-Qur’an tetap hidup dan menghasilkan generasi yang siap menjaga nilai agama di tengah masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi antara lembaga, orang tua, BKPRMI, dan pemerintah, Miftahul Hasanah Mangkubumi berkomitmen terus melahirkan santri berprestasi. Harapannya, dari madrasah kecil di pelosok kampung ini akan lahir pemimpin masa depan yang Qurani dan peduli sesama.***
