Media Warga+62.My.id – Masa depan anak Jawa Barat tengah dibayangi “fenomena gunung es”. Di permukaan terlihat tenang, namun di bawahnya tersimpan potensi ledakan masalah sosial yang bisa muncul sewaktu-waktu bila diabaikan.
Merespons kondisi itu, Forum Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Jawa Barat bertemu Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih di Markas Kodam III/Siliwangi, Bandung, (Rabu 24 Juni 2026).
Dipimpin Ketua Forum KPAID Jabar Ato Rinanto, pertemuan tersebut bukan sekadar diskusi. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus pematangan agenda menjelang Hari Anak Nasional 23 Juli 2026.
8 Ancaman yang Mengintai Generasi Muda
Data KPAID Jabar menyebut, dari 52 juta penduduk Jawa Barat, 31 persen atau 15,6 juta adalah anak-anak. Jumlah besar ini berhadapan dengan distorsi moral yang kian mengkhawatirkan.
Ato membeberkan delapan ancaman krusial: kecanduan gawai dan digitalisasi negatif, seks bebas, kriminalitas anak, eksploitasi, perundungan, paparan radikalisme, stunting sejak dalam kandungan, serta jeratan narkoba dan alkohol.
“Anak dari keluarga menengah ke bawah kini sangat dekat dengan alkohol, sementara anak menengah ke atas didekatkan dengan narkoba. Ini butuh penanganan serius,” tegas Ato.
Keluarga: Madrasah Pertama dan Benteng Utama
KPAID Jabar menegaskan, pertahanan terbaik bukan di ruang kelas atau lembaga hukum, melainkan di rumah. Keluarga adalah madrasah pertama. Orang tua harus hadir sebagai perisai yang melindungi dan mengarahkan masa depan anak.
Kisah Inspiratif “Jenderal Santri"
Bukti kekuatan pola asuh keluarga tercermin pada Mayjen TNI Kosasih. Sang Pangdam yang dijuluki “Jenderal Santri” lahir dari keluarga sederhana. Saat SMA, ia menjadi marbot masjid dan kerap tidur di sana karena keterbatasan ruang di rumah.
Namun doa dan kata positif orang tua menjadi bahan bakarnya. “Dulu orang tua selalu bercerita tentang Pangdam III/Siliwangi terdahulu bernama Pak Kosasih. Mereka mendoakan saya agar bisa seperti beliau. Alhamdulillah, hari ini doa itu dikabulkan,” kenang Kosasih.
Film Jenderal Urang : Panduan Pola Asuh untuk Orang Tua
Pertemuan itu juga mematangkan rencana film biografi "Jenderal Urang". Judul ini diangkat sebagai penghormatan atas aksi heroik Kosasih menyelamatkan anak-anak saat menjabat Danrem 062/Tarumanagara Garut. Bagi KPAID, kepedulian sang jenderal melampaui tugas militer.
Mayjen Kosasih berharap film ini bukan sekadar tontonan. “Semoga Jenderal Urang jadi inspirasi bagi orang tua tentang cara mendidik, mengarahkan, dan mendoakan anak hingga berhasil,” ujarnya.
Sinergi militer dan lembaga perlindungan anak ini menjadi harapan baru. Dengan 15,6 juta anak di Jawa Barat, kolaborasi lintas sektor tak bisa ditawar. Mereka tidak boleh berjalan sendiri menghadapi kerasnya zaman, karena di tangan merekalah masa depan bangsa dipertaruhkan.***
