Media Warga+62.My.id – Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyambangi Yuvita Tri Rezeki, Rabu malam 25 Juni 2026. Perempuan asal Rancaek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu kini masih dirawat intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, pasca menjadi korban dugaan penyekapan dan penganiayaan berat oleh kekasihnya, Taufik Hidayat.
Kunjungan dilakukan untuk melihat langsung kondisi Yuvita serta memberikan dukungan moril kepada keluarga. Setibanya di RSHS, Dudung menemui orang tua korban dan berdiskusi mengenai kebutuhan perawatan selama masa pemulihan.
Pelaku sendiri sudah diamankan Polda Jawa Barat. Taufik ditangkap Selasa sore di kawasan Griya Pesona Majalaya, Kabupaten Bandung, setelah buron beberapa hari.
Usai menengok korban, Dudung menyampaikan perkembangan kondisi Yuvita. “Alhamdulillah kondisinya berangsur membaik. Saat kami datang, beliau sedang beristirahat,” ungkapnya.
Untuk memastikan pengobatan berjalan tanpa hambatan, Dudung mengaku sudah berkoordinasi langsung dengan Direktur BPJS Kesehatan. Ia meminta seluruh kebutuhan medis Yuvita ditanggung, mulai dari perawatan, obat, hingga rehabilitasi.
Dudung juga menyampaikan pesan Presiden. Kepala Negara menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang menimpa Yuvita. “Presiden meminta proses hukum berjalan adil bagi korban dan keluarga. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya karena tindakannya sudah melampaui batas kemanusiaan,” ujar Dudung.
Menurutnya, kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan dalam relasi personal tidak bisa ditoleransi. Ia berharap tidak ada lagi Yuvita-Yuvita lain yang mengalami nasib serupa.
Dalam kesempatan itu, Dudung mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. “Kalau ada tanda-tanda kekerasan, penyekapan, atau tindakan mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib. Jangan menunggu sampai korban terluka parah,” pesannya.
Ia menekankan, negara hadir untuk melindungi warga. Pemerintah bersama aparat penegak hukum akan mengawal kasus ini hingga tuntas di pengadilan.
Sementara itu, pihak RSHS menyatakan tim medis terus memantau perkembangan Yuvita. Fokus utama saat ini adalah pemulihan fisik dan psikis korban agar ia bisa kembali beraktivitas normal.
Kunjungan Kepala Staf Kepresidenan menjadi bukti perhatian pemerintah terhadap korban kekerasan. Dari ruang isolasi RSHS, pesan kemanusiaan kembali digaungkan: kekerasan terhadap siapa pun adalah kejahatan yang harus dilawan bersama.***
