Media Warga+62.My.id – Halaman SMP Persis Gandok di Bungursari, Kota Tasikmalaya, berubah jadi panggung meriah Sabtu 20 Juni 2026. Pesantren Persatuan Islam, PPI, 383 Gandok menggelar “Harmoni Santri untuk Nusantara”, agenda akbar penutup tahun ajaran 2025/2026 yang memadukan seni, budaya, kelulusan, hingga peluncuran BLK Multimedia.
Kemeriahan terasa sejak pagi. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, hadir langsung dan meresmikan Balai Latihan Kerja Multimedia di lingkungan pesantren. Kehadiran orang nomor dua di Kota Tasikmalaya itu menegaskan dukungan pemerintah terhadap inovasi pendidikan berbasis pesantren.
Kepala MI Persis Gandok, Arip Ripandi, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan kegiatan ini dirancang untuk menonjolkan penguatan karakter santri. “Kami ingin akhir tahun pelajaran ditutup dengan kegiatan sarat makna. Santri tak hanya menampilkan inaugurasi hafalan Al-Qur’an, tapi juga unjuk kedekatan dengan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke lewat tarian dan adat daerah,” kata Arip.
Rangkaian “Harmoni Santri untuk Nusantara” memang dikemas multievent. Ada pagelaran seni budaya, wisuda RA, TPQ, Diniyah, MI, dan SMP, malam inaugurasi Al-Qur’an, hingga syukuran kenaikan kelas. Maraton acara sudah dimulai sejak 18 Juni dengan kelulusan RA dan pengajian, lalu berpuncak pada 20-23 Juni 2026 untuk tiap jenjang.
Di balik tema “Santri untuk Nusantara”, PPI Gandok menyimpan visi besar. Pesantren ingin melahirkan pemimpin masa depan yang tafaqquh fiddin, paham agama, sekaligus berjiwa entrepreneurship. Tak berhenti di situ, santri dari MI hingga SMA dibekali future skills melalui BLK Multimedia. “Anak-anak harus siap teknologi. IT jadi bekal wajib di era digital,” tegas Arip.
Wakil Wali Kota Diky Candra mengapresiasi langkah PPI Gandok yang membuka ruang ekspresi kreatif di tengah gempuran zaman.
“Alhamdulillah, PPI Gandok berhasil membuat jendela ekspresi yang sangat baik,” ujarnya. Menurut Diky, di era digital santri tidak boleh tertinggal.
“Di Persis Gandok, anak-anak diajarkan ilmu agama, kesenian, dan mulai dikenalkan digitalisasi. Semoga pemanfaatan teknologi ini membawa maslahat bagi wilayah dan masa depan anak-anak,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan pesan agar pesantren terus adaptif tanpa kehilangan jati diri. Kreativitas santri yang ditampilkan di panggung, mulai dari tarian nusantara hingga karya multimedia, jadi bukti bahwa tradisi dan teknologi bisa berjalan beriringan.
Dengan diresmikannya BLK Multimedia, PPI Gandok menegaskan komitmen menyiapkan santri yang religius, berbudaya, dan melek digital. Harmoni Santri untuk Nusantara bukan sekadar perayaan akhir tahun. Ia adalah pernyataan sikap: dari pesantren, lahir generasi yang siap memimpin Indonesia dengan ilmu, akhlak, dan inovasi.***
