Media Warga+62.My.id – Forum Lurah se-Kota Tasikmalaya kembali menggelar rapat bulanan, Senin 29 Juni 2026. Kali ini pertemuan berlangsung di Aula Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, dan dihadiri para lurah se-kota.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara hadir dan membuka diskusi. Salah satu bahasan utama adalah program budidaya tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP.
Diky menegaskan program itu murni dari KKP, bukan titipan pihak mana pun. “Kalau ada pengajuan kelurahan yang disetujui KKP, mohon dimanfaatkan sebaik-baiknya. Nanti bisa dikerjasamakan dengan yayasan atau mitra MBG. Tujuannya agar dampak MBG untuk perikanan, pertanian, dan UMKM benar-benar terasa di Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Dalam rapat juga mengemuka keluhan soal Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang. Sejumlah lurah menyebut hasil Musrenbang sering meleset saat masuk tahapan penganggaran.
Diky mengakui kondisi itu terjadi di banyak daerah. “Masalahnya dua. Pertama, kapasitas kelurahan/desa dalam menentukan prioritas masih minim. Belum bisa membedakan mana kebutuhan, mana keinginan. Kedua, meski sudah bisa memilah, saat penganggaran sering terbentur dengan alokasi lain,” jelasnya.
Untuk 2026, target RPJMD dan hasil Musrenbang awalnya mengacu pada struktur anggaran 2025. Namun situasi berubah di tengah tahun. “Badai keuangan muncul di 2026. Ada pemotongan dana transfer, BPJS Kesehatan dialihkan pembebannya ke kota, PPPK Disdik dari dana BOS sempat didaerahkan, dan lainnya. Kondisi itu memaksa pimpinan dan Bappelitbangda melakukan evaluasi ulang serta menyesuaikan skala prioritas dengan kemampuan anggaran yang ada,” kata Diky.
Selain itu, Diky menyampaikan permohonan maaf terkait perubahan kebijakan pusat untuk program Ayam Petelur Merah Putih. Semula Kota Tasikmalaya direncanakan mendapat cakupan seluruh wilayah. Namun keputusan pusat berubah, sehingga tidak jadi terealisasi secara menyeluruh.
“Saya tegaskan, apa yang saya sampaikan bukan alasan kosong. Ini realita di lapangan. Sekali lagi saya minta maaf dan mohon pengertian para lurah atas kondisi ini. Walaupun saya tidak masuk jajaran struktural, insyaAllah setiap ada kesempatan saya akan beri masukan agar aspirasi kelurahan didengar,” pungkasnya.
Rapat ditutup dengan kesepakatan Forum Lurah untuk memperkuat data usulan prioritas, memperbaiki memilah kebutuhan dan keinginan, serta menyiapkan skema kerja sama dengan mitra agar program pusat yang lolos bisa berdampak langsung ke warga.***
