Fastletik Badminton Club Jadi Juara Umum Kejurkot PBSI & Kapolres Cup Tasikmalaya 2026


Media Warga+62.My.id – Semarak shuttlecock di Kota Tasikmalaya akhirnya mereda. Setelah enam hari penuh laga ketat, Kejuaraan Kota PBSI Tasikmalaya dan Kapolres Tasikmalaya Kota Open 2026 resmi ditutup, Sabtu malam 27 Juni 2026.

GOR Susi Susanti, Komplek Dadaha, menjadi saksi lahirnya juara-juara baru dari ratusan pebulutangkis muda yang mewakili berbagai Persatuan Bulutangkis se-Kota Tasikmalaya.

Acara penutupan dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto, dan Ketua PBSI Kota Tasikmalaya H. Ajat Sudrajat. Ketiganya secara bersama-sama menutup kejuaraan yang berlangsung sejak pembukaan pekan lalu.

PB Fastletik Badminton Club tampil sebagai klub terbaik. Mereka mengunci gelar juara umum dengan koleksi 6 medali emas, 6 perak, dan 7 perunggu. Performa konsisten di berbagai nomor usia membuat Fastletik unggul telak.

Di posisi kedua, PB Anugerah Mandiri Tasikmalaya membukukan 5 emas, 5 perak, dan 5 perunggu. Sementara podium ketiga ditempati PB Kharisma dengan raihan 4 emas, 4 perak, dan 11 perunggu. Persaingan poin yang rapat menunjukkan meratanya kualitas klub di Tasikmalaya.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, menyampaikan apresiasi kepada jajaran PBSI dan panitia. Menurutnya, kejuaraan perdana ini berhasil digelar meski waktu persiapan terbilang singkat.

“Saya bangga dengan kerja keras semua pihak. Semangat sportivitas anak-anak luar biasa. Ke depan kami rencanakan event serupa digelar rutin setiap tahun bertepatan dengan HUT Bhayangkara,” ujar Andi. Ia juga berterima kasih kepada para sponsor yang turut mendukung terselenggaranya turnamen.

Ketua PBSI Kota Tasikmalaya, H. Ajat Sudrajat, menyebut antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. “Tasikmalaya memang gudangnya atlet bulutangkis. Banyak pemain kita yang sudah go nasional bahkan internasional. Kejurkot ini jadi barometer,” katanya.

Ajat menilai kualitas permainan pada edisi 2026 mengalami peningkatan pesat. Rally lebih panjang, strategi lebih matang, dan mental bertanding anak-anak semakin kuat. “Harapan kami, ajang ini memacu atlet untuk terus mengasah kemampuan. Mudah-mudahan lahir lagi bintang baru dari Tasik yang mengharumkan nama daerah,” tambahnya.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, bersyukur kejuaraan dapat berjalan lancar. Ia menilai olahraga seperti bulutangkis penting untuk mencetak generasi sehat, disiplin, dan berprestasi.

“Kami di pemerintah kota akan terus mendukung pembinaan olahraga, termasuk bulutangkis. GOR Susi Susanti ini harus jadi rumah lahirnya atlet-atlet masa depan,” kata Diky.

Selama enam hari, GOR Dadaha riuh oleh sorakan pelatih, orang tua, dan suporter klub. Ratusan pertandingan di berbagai kelompok umur tidak hanya menampilkan adu skill, tetapi juga semangat pantang menyerah.

Bagi Fastletik, gelar juara umum menjadi modal motivasi. Bagi klub lain, hasil kali ini jadi evaluasi untuk kembali berlatih lebih keras. Sementara bagi PBSI dan Polres Tasikmalaya Kota, Kejurkot 2026 membuktikan kolaborasi bisa menghadirkan kompetisi yang sehat dan bergengsi.

Dengan ditutupnya turnamen, fokus kini beralih ke pembinaan lanjutan. Para pelatih diharapkan memoles bakat yang muncul di kejuaraan ini agar siap ke level provinsi dan nasional. Jika konsistensi dijaga, bukan tidak mungkin Tasikmalaya kembali melahirkan atlet yang mengikuti jejak Susi Susanti.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama