Diky Candra Kepincut Steak Kambing di Stasiun Bareto Cafe


Media Warga+62.My.id – Kota Tasikmalaya punya destinasi nongkrong baru. Stasiun Bareto Cafe resmi dibuka di Jalan Galunggung, kawasan Tawangsari, Sabtu malam 27 Juni 2026. Cafe dengan konsep santai ini siap memanjakan pecinta kuliner dengan aneka menu kopi, camilan, hingga makanan berat.

Peresmian dihadiri jajaran pejabat dan tokoh daerah. Tampak hadir Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara, Kapolres Tasikmalaya Kota, Wadanyon TP 939/Macan Putih, perwakilan Lanud Wiriadinata, pejabat Bank BJB pusat, Bapenda, PHRI, serta tamu undangan lainnya.

Wawali Diky Candranegara mendapat kehormatan memotong tumpeng pertama yang diserahkan langsung pemilik Stasiun Bareto. Momen itu menandai dibukanya cafe secara resmi untuk publik.

Dalam sambutannya, Diky mendorong pelaku usaha Tasikmalaya terus mengembangkan sektor kuliner. Menurutnya, kuliner bisa menjadi daya tarik baru selain citra Kota Tasik sebagai Kota Santri. 

“Saya berharap pengusaha Tasik bisa mengangkat sektor kuliner lebih jauh. Mari jaga kenyamanan kota agar Tasikmalaya tidak hanya dikenal sebagai kota santri, tapi juga kota kuliner yang representatif sekaligus kota event,” ujarnya.

Ia menilai kehadiran Stasiun Bareto sejalan dengan upaya memperkaya wajah ekonomi kreatif di Tasikmalaya. Dengan lokasi strategis di Jalan Galunggung, cafe ini diharapkan menjadi titik kumpul anak muda, komunitas, hingga wisatawan.

Rasa penasaran Diky langsung teruji di meja hidangan. Salah satu menu andalan, steak kambing, sukses mencuri perhatian orang nomor dua di Kota Tasik itu. “Ini menggugah selera. Patut dicoba,” selorohnya sambil mencicipi.

Stasiun Bareto menawarkan beragam pilihan. Mulai dari kopi manual brew, signature coffee, aneka camilan kekinian, hingga menu makanan seperti steak dan rice bowl. Suasana interior yang hangat dengan sentuhan industrial membuat pengunjung betah berlama-lama.

Pemilik cafe menyebut nama “Stasiun” dipilih karena ingin menjadi persinggahan bagi siapa saja yang butuh ruang tenang, ngobrol, atau sekadar menikmati senja di Tawangsari. Konsep nongkrong yang ramah keluarga dan komunitas jadi pembeda utama.

Ketua PHRI Kota Tasikmalaya yang hadir mengapresiasi lahirnya usaha kuliner baru. Menurutnya, semakin banyak tempat kuliner berkualitas, semakin besar peluang Tasikmalaya menggelar event pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dengan dibukanya Stasiun Bareto, peta kuliner Tasikmalaya bertambah satu warna. Jika konsistensi rasa dan pelayanan dijaga, cafe ini berpotensi menjadi magnet baru yang mendukung visi Tasikmalaya sebagai kota yang religius, nyaman, dan kaya selera.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama