Rayakan HUT ke-27, PNM Tasikmalaya Tanam 500 Pohon di Wilayah Purbaratu

Media Warga+62.My.id – Memperingati HUT ke-27, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tasikmalaya menggelar aksi hijau di Cipeusar, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Minggu 31 Mei 2026. Sebanyak 500 bibit pohon ditanam sebagai komitmen menjaga lingkungan sekaligus membantu warga menghadapi ancaman kekeringan.

Kegiatan ini melibatkan jajaran direksi dan karyawan PNM Cabang Tasikmalaya. Turut hadir Lurah Sukajaya Andri Tatang Sunara, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Sejak pagi, peserta bergotong royong menanam pohon di titik-titik yang sudah dipetakan sebagai area resapan air.

Kepala Cabang PNM Tasikmalaya, Ara Koswara, menjelaskan bahwa penanaman pohon ini merupakan bagian dari rangkaian HUT PNM ke-27. “Kami ingin perayaan ulang tahun tidak sekadar seremonial, tetapi memberi dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Sebelum aksi tanam pohon, PNM Tasikmalaya juga telah menggelar kegiatan sosial melalui program Re3 (Reduce, Relove, Restyle) beberapa waktu lalu. Dalam program itu, PNM membagikan pakaian layak pakai ke berbagai wilayah, termasuk ke Yayasan Mentari Hati.

“Prinsipnya sama, keberlanjutan. Kalau Re3 untuk keberlanjutan sosial, tanam pohon untuk keberlanjutan ekologis,” tambah Ara.

Sebanyak 500 bibit pohon diserahkan secara simbolis oleh Ara Koswara kepada Lurah Sukajaya, Andri Tatang Sunara. Jenis pohon yang ditanam berupa bibit Albasia dan kelapa, dipilih karena mampu menahan air dan memperkuat struktur tanah, sehingga cocok untuk kondisi geografis Cipeusar.

Ara membeberkan alasan memilih Sukajaya, Purbaratu sebagai lokasi. Wilayah ini dikenal rawan kekeringan saat musim kemarau tiba. Sumur warga sering mengering dan lahan pertanian kekurangan pasokan air. Selain itu, lokasinya tidak jauh dari aliran Sungai Citanduy, sehingga rawan erosi jika tidak ada tanaman penahan.

“Penanaman pohon ini untuk memperkuat resapan air, mencegah erosi, dan menjaga keseimbangan alam. Kami berharap lima sampai sepuluh tahun ke depan, hasilnya bisa dirasakan warga,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi. Menurut Ara, menanam pohon saja tidak cukup jika tidak diiringi kesadaran merawat. Karena itu PNM menggandeng pemerintah kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas agar warga ikut menjaga bibit yang sudah ditanam.

Lurah Sukajaya, Andri Tatang Sunara, menyambut baik inisiatif PNM Cabang Tasikmalaya. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan kebutuhan wilayahnya. “Sukajaya butuh banyak pohon untuk menjaga resapan air. Apalagi kemarau tahun lalu cukup panjang. Terima kasih PNM sudah peduli,” kata Andri.

Andri akan mengajak karang taruna dan kelompok tani untuk memantau pertumbuhan pohon. Ia berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut, tidak berhenti di seremoni tanam.

Bagi PNM, aksi tanam pohon ini juga menjadi pengingat bahwa pemberdayaan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Sebagai lembaga yang dekat dengan UMKM, PNM menyadari bahwa bencana ekologis seperti kekeringan dan banjir berdampak langsung pada usaha kecil.

“Kalau lingkungannya rusak, UMKM juga susah berkembang. Karena itu kami mulai dari hal kecil yang berdampak panjang,” tutup Ara.

Dengan 500 pohon yang mulai mengakar di tanah Cipeusar, PNM Tasikmalaya menitipkan pesan di HUT ke-27: tumbuh bersama, lestari bersama. Aksi ini diharapkan memicu kesadaran kolektif bahwa menjaga alam adalah investasi untuk masa depan.(Vhet)***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama