Media Warga+62.My.id – Sejarah baru tercipta bagi olahraga Kota Tasikmalaya. Untuk kali pertama, tim bola voli putri akan tampil di Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat. Momen ini disampaikan saat Pengurus Cabang PBVSI Kota Tasikmalaya bersilaturahmi dengan Plh Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candranegara, Selasa (26 Mei 2026).
Kedatangan Ketua PBVSI Kota Tasikmalaya, Oman Rohman, beserta jajaran disambut hangat Rd. Diky di ruang kerjanya. Pertemuan turut didampingi Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Dr. Deddi Mulyana, S.STP.,M.Si.
Rd. Diky menyebut silaturahmi tersebut fokus membahas persiapan tim voli putri menghadapi Porprov Jabar. Ia menegaskan secara prinsip pengelolaan cabang olahraga sudah berada di bawah KONI Kota Tasikmalaya. Namun, jika masih ada hal yang perlu didiskusikan, Pemkot terbuka untuk mencari jalan keluar bersama.
“Kalau memang masih ada sesuatu yang dibicarakan, nanti kita bicarakan,” kata Diky.
Diky mengaku bangga karena ini menjadi debut tim bola voli putri Kota Tasikmalaya di ajang Porprov. Selama ini Kota Tasikmalaya belum pernah mengirimkan wakil di nomor putri.
“Ini baru pertama kali Kota Tasikmalaya mengirimkan tim bola voli putri. Ini suatu kebanggaan bagi kami,” ujarnya.
Tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan anggaran. Dengan kondisi efisiensi fiskal, Diky menyebut keberangkatan tim harus menggunakan skema mandiri. Meski begitu, Pemkot tidak tinggal diam dan akan membantu mencarikan sumber pendanaan alternatif di luar APBD.
“Karena efisiensi anggaran saat ini, kita akan mencari solusi yang lain. Tim ini pun akan berangkat dengan menggunakan anggaran mandiri demi kebaikan Kota Tasikmalaya,” jelasnya.
Ia mengapresiasi kepedulian pengurus PBVSI yang siap membiayai keberangkatan atlet secara swadaya. Diky berharap ada para aghnia, sponsor, atau program CSR yang tergerak membantu tim voli putri.
“Terima kasih kepada Ketua Pengurus Cabor Bola Voli yang begitu peduli kepada para atletnya, yang mana mereka siap membiayai sendiri keberangkatannya. Mudah-mudahan ada para aghnia yang mau bergabung untuk bisa membantu,” tutur Diky.
Diky menambahkan, cabor beregu memang membutuhkan biaya lebih besar dibanding cabor perorangan. Sementara kondisi keuangan pemerintah saat ini belum memungkinkan membiayai secara maksimal.
“Harus diakui untuk cabang olahraga yang sifatnya kelompok pasti membutuhkan biaya yang tidak kecil, beda dengan cabor perorangan. Karena pemerintah sendiri saat ini memang sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja,” ungkapnya.
Ketua PBVSI Kota Tasikmalaya, Oman Rohman, membenarkan dukungan penuh Pemkot meski lewat jalur non-APBD. Ia menyebut Plh Wali Kota dan Kadisporabudpar memberi respon positif dan siap membantu mencarikan bapak angkat atau sponsor.
“Alhamdulillah pemerintah sangat mendukung, terutama Pak Plh dan Kadisporabudpar yang memberikan dukungan positif untuk bola voli Kota Tasikmalaya,” kata Oman.
Oman berharap dukungan tersebut menjadi tambahan motivasi bagi atlet untuk tampil maksimal dan mengharumkan nama Kota Tasikmalaya di Porprov Jabar.
Terpisah, Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya Dr. Deddi Mulyana menjelaskan, keberangkatan atlet ke Porprov memang bisa melalui jalur mandiri dengan menggandeng sponsor. Menurutnya, pembinaan tanpa kompetisi akan berdampak buruk bagi perkembangan olahraga.
“Kalau sudah dilakukan pembinaan bagi para atlet tapi tidak diberangkatkan, tentu imagenya tidak baik bagi perkembangan olahraga,” ujar Deddi.
Deddi menyebut selain voli, beberapa cabor lain seperti basket, bulu tangkis, dan aeromodeling juga akan berangkat ke Porprov dengan skema serupa.
“Hasil dari silaturahmi cabor voli dengan Pak Plh Wali Kota Tasikmalaya itu kita cari solusi bersama, cari jalan keluar bersama, cari alternatif pendanaan di luar APBD. Pak Plh Wali Kota Tasikmalaya pun siap bantu dalam artian mencari bapak angkat atau sponsor,” pungkasnya.
Dengan semangat gotong royong, PBVSI optimistis tim voli putri Kota Tasikmalaya bisa mencatat sejarah di Porprov Jabar 2026.(Vhet).***
