Media Warga+62.My.id – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Ajengan Muda (GAM) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat prasejahtera. Tahun ini, GAM menyalurkan 20 hewan qurban yang terdiri dari 10 ekor sapi dan 10 ekor domba kepada sejumlah organisasi Islam di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Penyerahan hewan qurban tersebut menjadi agenda rutin tahunan GAM setiap Iduladha. Ketua DPP Gerakan Ajengan Muda, Hadist Munawir Al Asy’ary, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata keberpihakan organisasi terhadap kaum duafa dan masyarakat yang membutuhkan.
“Penyaluran hewan qurban ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya, sebagai bentuk kepedulian Gerakan Ajengan Muda terhadap kaum duafa dan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Hadist,saat di wawancara, Rabu (27/05/2026).
Hadist menekankan, seluruh pengadaan hewan qurban murni berasal dari swadaya pengurus DPP GAM. Tidak ada sepeser pun anggaran pemerintah yang digunakan. Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Dewan Pembina GAM, H. Amir Mahfud, yang konsisten mendukung berbagai program sosial organisasi.
"Anggaran pengadaan hewan qurban ini tanpa anggaran pemerintah, murni swadaya jajaran pengurus dibantu Dewan Pembina Gerakan Ajengan Muda, H. Amir Mahfud. Kami ucapkan terima kasih kepada Dewan Pembina DPP Gerakan Ajengan Muda yang telah membantu setiap kegiatan,” ucapnya.
Selain menyalurkan hewan ke organisasi mitra, jajaran DPP GAM juga menggelar penyembelihan qurban di area Islamic Center, Gebu, Singaparna. Proses penyembelihan berlangsung khidmat sejak pagi dan melibatkan puluhan relawan serta pengurus.
Daging qurban yang dipotong di Islamic Center selanjutnya didistribusikan langsung kepada fakir miskin serta para pedagang kecil di sekitar Komplek Masjid Baiturahman Kabupaten Tasikmalaya. Langkah ini diambil agar manfaat qurban benar-benar dirasakan kelompok rentan.
Hadist menegaskan, penyaluran daging qurban harus tepat sasaran. Menurutnya, qurban bukan untuk mereka yang sudah terbiasa mengonsumsi daging, melainkan untuk warga yang jarang menikmatinya, apalagi di tengah harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik.
“Penyaluran hewan qurban harus tepat sasaran. Bukan untuk orang yang suka daging, melainkan untuk orang-orang yang jarang makan daging di tengah tingginya harga kebutuhan pokok,” tegasnya.
Komitmen GAM terhadap masyarakat kecil tidak berhenti pada program qurban. Hadist menyebut, organisasi yang dipimpinnya memiliki sejumlah program berkelanjutan. Mulai dari beasiswa bagi siswa kurang mampu, santunan rutin, hingga kegiatan sosial lain yang menyentuh langsung lapisan bawah.
“Kami berkomitmen untuk membantu masyarakat kecil ke bawah melalui program-program, seperti beasiswa bagi siswa tidak mampu, santunan, dan kegiatan sosial lainnya,” kata Hadist.
Ia berharap, 10 sapi dan 10 domba yang disalurkan tahun ini memberi kebahagiaan dan mencukupi gizi masyarakat prasejahtera di Tasikmalaya saat Iduladha.
“Dengan adanya penyaluran hewan qurban ini, dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan,” tutupnya.***
