Media Warga+62.My.id – BPJS Kesehatan Kota Tasikmalaya bersama Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggelar sosialisasi pendaftaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi relawan dan tenaga pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan berlangsung di Resto Kamandara, Jl. AH Nasution, Mangkubumi, Rabu (20 Mei 2026).
Langkah ini merujuk pada Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025 yang mewajibkan setiap yayasan memastikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan bagi pegawai dan relawan yang terlibat dalam program MBG.
Koordinator BGN Kota Tasikmalaya Ipan Kusnadi menyebut kolaborasi antara yayasan dan BPJS Kesehatan sebagai strategi penting untuk melindungi para relawan MBG.
“Petugas SPPG punya peran vital mendukung keberhasilan Program MBG, mulai dari pengolahan, distribusi, hingga memastikan makanan memenuhi standar gizi dan keamanan pangan. Karena itu, kerja sama dengan BPJS Kesehatan menjadi langkah awal yang baik,” kata Ipan.
Ia mengungkapkan, saat ini Kota Tasikmalaya memiliki 130 dapur SPPG dengan rata-rata 50 pekerja per dapur. Artinya, sekitar 6.500 relawan akan diikutsertakan dalam Program JKN.
Meski nota kesepahaman sudah disiapkan, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari BGN pusat sebelum eksekusi pendaftaran massal. Sambil menunggu, tim BGN terus berkoordinasi dengan yayasan setempat untuk pendataan relawan yang belum terdaftar JKN.
“Nantinya mekanisme kepesertaan akan difasilitasi yayasan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya Hamdani menegaskan, Program MBG dan Program JKN sama-sama masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat pada Misi Asta Cita Presiden. Karena itu BPJS Kesehatan berkomitmen memastikan seluruh pelaksana program strategis nasional terlindungi jaminan kesehatan.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan relawan dan tenaga SPPG mendapat perlindungan kesehatan lewat JKN. Kami juga berupaya agar kepesertaan yang aktif membuat mereka tidak terkendala saat mengakses layanan di fasilitas kesehatan,” ujar Hamdani.
Menurutnya, suksesnya Program MBG tidak hanya bergantung pada kualitas makanan yang dibagikan ke masyarakat, tetapi juga pada kesiapan dan kondisi kesehatan petugas di lapangan. BPJS Kesehatan mengapresiasi keterlibatan yayasan yang proaktif mendukung perluasan cakupan kepesertaan JKN bagi relawan SPPG.
Plh Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara menyambut positif kebijakan tersebut. Ia menilai perlindungan kesehatan bagi relawan SPPG sangat penting mengingat beban kerja mereka yang tinggi dalam menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi setiap hari.
“Pemkot mendukung penuh. Relawan adalah garda depan MBG. Kalau mereka sehat, program juga jalan optimal dan masyarakat menerima manfaatnya,” ucap Diky.
Sosialisasi ini juga membahas alur pendaftaran, iuran, hingga manfaat layanan yang bisa diakses peserta JKN. Relawan yang belum terdaftar akan dibantu proses registrasi kolektif melalui yayasan pengelola dapur SPPG. BPJS Kesehatan memastikan prosesnya mudah dan tidak membebani relawan.***
