Media Warga+62.My.id – Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, bersama istri dipastikan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji pada 8 Mei 2026. Lima hari berselang, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, bersama istri juga menyusul pada 13 Mei 2026 dengan bergabung di Kloter 28.
Keberangkatan dua pejabat penting tersebut otomatis meninggalkan kekosongan sementara di pucuk pimpinan birokrasi. Untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan, posisi Pelaksana Harian (Plh) harus diisi sesuai ketentuan.
Untuk jabatan Plh Wali Kota Tasikmalaya, Viman memastikan posisi itu akan diemban Wakil Wali Kota, Rd. Diky Candranegara. Hal itu sesuai mekanisme yang berlaku, di mana wakil kepala daerah otomatis menjalankan tugas kepala daerah saat berhalangan sementara.
“Ya, insyaallah saya bersama istri akan berangkat tanggal 08 Mei 2026. Untuk Plh Wali Kotanya jangan ditanya lagi, semua pasti sudah tahu Pak Wakil,” ujar Viman, saat ditanya awak media usai menghadiri acara Halal Bihalal INI-IPPAT di Hotel Aston Inn, Rabu (08/04/2026).
Berbeda dengan kursi Plh Wali Kota yang sudah pasti, posisi Plh Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya justru masih menjadi teka-teki. Viman belum mau membocorkan siapa yang akan ditunjuk mengisi jabatan sementara orang nomor tiga di Pemkot Tasikmalaya itu.
“Kalau untuk Plh Sekda, nanti tunggu saja tanggal mainnya. Biasanya para wartawan lebih tahu,” canda Viman kepada awak media.
Pernyataan itu memicu spekulasi di kalangan birokrat dan masyarakat. Sejumlah nama mulai ramai diprediksi bakal mengisi kursi Plh Sekda. Di lingkungan Setda Kota Tasikmalaya, nama yang mengemuka antara lain Asisten Daerah (Asda) I, H. Rachmat Riza Setiawan, dan Asisten Daerah (Asda) III, Asep MP. Beberapa nama kepala dinas juga disebut-sebut berpeluang.
Nama H. Rachmat Riza Setiawan sebagai Asda I sebenarnya cukup kuat. Namun, ia diketahui tengah menjalani masa pemulihan karena sakit. Saat ini Rachmat juga merangkap sebagai Plt Kepala Dinas, sehingga beban tugasnya cukup berat jika harus ditambah sebagai Plh Sekda.
Sementara itu, Asda III Asep MP dinilai punya kans karena posisinya yang membidangi administrasi umum. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Wali Kota, dengan pertimbangan kapasitas, kesehatan, dan dinamika birokrasi.
Penunjukan Plh Sekda memang tidak bisa sembarangan. Sesuai aturan, Plh Sekda harus pejabat pimpinan tinggi pratama atau eselon II yang dinilai mampu menjalankan tugas administrasi pemerintahan, koordinasi OPD, dan memastikan layanan publik tidak terganggu selama Sekda definitif menunaikan ibadah haji.
Pengisian Plh Sekda menjadi penting karena posisi tersebut merupakan motor penggerak birokrasi. Sekda memimpin rapat koordinasi, mengendalikan administrasi keuangan, kepegawaian, hingga menjadi jembatan antara kepala daerah dengan seluruh OPD.
Selama Wali Kota dan Sekda berada di Tanah Suci, Wakil Wali Kota Diky Candranegara dipastikan memegang kendali pemerintahan. Diky akan menjalankan fungsi kepala daerah, mulai dari memimpin apel, menandatangani kebijakan strategis, hingga mengambil keputusan darurat jika diperlukan.
“Yang jelas pemerintahan tidak boleh berhenti. Pelayanan ke masyarakat harus tetap jalan. Itu prinsipnya,” kata Viman.
Keberangkatan Viman dan Asep ke Tanah Suci tahun ini berbarengan dengan puncak musim haji 2026. Kloter pertama jemaah haji Indonesia dijadwalkan terbang 21 April 2026. Viman memilih haji khusus dan bergabung melalui KBIHU Sabaya Suci Bandung, sementara Asep berangkat bersama jemaah reguler Kloter 28.
Publik kini menanti pengumuman resmi siapa yang akan ditunjuk sebagai Plh Sekda Kota Tasikmalaya. Meski Viman masih menutup rapat, keputusan dipastikan diambil sebelum 13 Mei 2026 agar tidak terjadi kekosongan jabatan.
Dengan Plh Wali Kota sudah jelas di tangan Diky Candranegara, stabilitas pemerintahan dipastikan terjaga. Tinggal kursi Plh Sekda yang masih menunggu “tanggal mainnya” seperti disebut Viman. Siapapun yang dipilih, tugas utamanya sama, memastikan mesin birokrasi Kota Tasikmalaya tetap melayani warga tanpa jeda.(Vet)***
