Media Warga+62.My.Id – Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan komitmen membangun kebijakan publik berbasis data. Langkah itu ditandai dengan pencanangan Program Kelurahan Cantik (Cinta Statistik) dan persiapan Sensus Ekonomi 2026 yang disampaikan langsung dalam apel pagi gabungan di Lapangan Bale Kota Tasikmalaya, Senin, (06/04/2026).
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, S.T., M.BA., menyebut data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan adalah syarat mutlak agar pembangunan tepat sasaran. Karena itu, penguatan statistik sektoral hingga level kelurahan menjadi strategi kunci untuk meningkatkan mutu kebijakan.
“Data yang baik akan melahirkan informasi yang baik, dan pada akhirnya menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran. Ini fondasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Viman di hadapan peserta apel.
Tahun 2026, Pemkot menunjuk tiga kelurahan sebagai percontohan Program Kelurahan Cantik, diantaranya Kelurahan Setiawargi, Kelurahan Tuguraja, dan Kelurahan Sukajaya. Ketiganya didorong menjadi pusat data di tingkat akar rumput, sehingga mampu menyajikan informasi berkualitas sebagai dasar pengambilan keputusan di wilayah masing-masing.
Selain memperkuat tata kelola data, Program Kelurahan Cantik juga diarahkan untuk mendukung penyempurnaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Tujuannya, meminimalisir kesalahan penyaluran bantuan sosial dan memastikan intervensi pemerintah benar-benar menyasar warga yang berhak.
Tak berhenti di situ, Pemkot Tasikmalaya juga tengah bersiap menyambut Sensus Ekonomi 2026. Sensus ini akan memotret kondisi riil perekonomian daerah, mulai dari geliat UMKM, industri kreatif, hingga perkembangan ekonomi digital dan sektor lingkungan.
Viman meminta seluruh perangkat daerah, camat, dan lurah terlibat aktif menyukseskan sensus. Menurutnya, hasil sensus akan menjadi pijakan penting dalam merancang kebijakan ekonomi daerah, mendorong daya saing pelaku usaha, sekaligus membuka peluang kerja lebih luas bagi warga.
“Melalui sinergi Kelurahan Cantik dan Sensus Ekonomi, kita ingin pastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data dan berdampak langsung ke masyarakat,” ujarnya.
Dengan dua program strategis ini, Pemkot Tasikmalaya optimistis arah pembangunan akan semakin terarah, inklusif, dan berkelanjutan. Penguatan data di tingkat kelurahan diyakini menjadi kunci agar setiap rupiah anggaran dan setiap program pemerintah tepat guna.***

