Media Warga+62.My.id – Gemuruh GOR Sukapura Dadaha belum reda. Memasuki hari ketiga, Minggu (26/04/2026), Boxing Van Java justru makin membara. Ratusan petinju adu teknik di atas ring, disaksikan langsung jajaran petinggi Kota Tasikmalaya.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H. Wahid, hingga Ketua KONI Kota Tasikmalaya Anton Suherlan tampak hadir. Kehadiran mereka jadi energi tambahan bagi para petarung muda.
Sejak pagi, gedung dipenuhi teriakan penonton, dentang bel ronde, dan aba-aba pelatih yang tak henti bersahutan. Atmosfer kompetisi terasa kental, tapi tetap dalam koridor sportivitas.
Dalam sambutannya, Wali Kota Viman memberi apresiasi tinggi untuk Boxing Van Java. Ia menyebut ajang ini sebagai panggung penting bagi generasi muda. “Ini tempat mencetak atlet berprestasi di masa depan. Target saya, Tasikmalaya harus tembus 15 besar di PON mendatang,” tegasnya.
Bagi Viman, olahraga dan kemajuan daerah tak bisa dipisahkan. “Kalau prestasi olahraganya bagus, daerahnya pasti ikut maju,” ujarnya.
Kabar menggembirakan pun ia sampaikan: delapan petinju asal Tasikmalaya akan turun di BK Porprov dalam waktu dekat. Boxing Van Java diharapkan jadi tempat tempa mental sebelum mereka melangkah ke level provinsi dan nasional.
Tak hanya bicara medali, Viman menyorot dampak sosial event ini. “Boxing Van Java harus jadi saluran positif. Daripada energi anak muda tumpah di jalanan, lebih baik ditunjukkan di ring,” ucapnya yang langsung disambut riuh tepuk tangan.
Senada, Ketua Panitia Pelaksana Wawan Wardiana menegaskan misi ganda Boxing Van Java: kompetisi sekaligus pembinaan. “Kami ingin generasi muda jauh dari hal negatif. Kekerasan di luar ring tidak ada wasit. Di dalam ring, semua ada aturan, ada sportivitas,” jelas Wawan.
Antusiasme publik Tasikmalaya memang di luar prediksi. Peserta membludak dari berbagai daerah: Medan, Bali, Bandung, hingga tuan rumah. Tribun penonton penuh setiap hari. Tiket ludes sejak siang. “Ini bukti warga Tasikmalaya rindu event olahraga berkualitas,” kata Wawan.
Melihat respons sebesar itu, panitia tak mau berhenti di season pertama. “Insya Allah kami siapkan Boxing Van Java Season 2. Konsepnya akan lebih matang, lebih meriah,” tambahnya.
Hingga hari ketiga, duel di kelas atlet dan non-atlet sama-sama ketat. Jual beli pukulan, strategi bertahan, hingga serangan balik menghibur penonton. Wasit dan dewan juri menjaga pertandingan tetap adil.
Boxing Van Java mengirim pesan kuat: ring tinju bukan sekadar arena pukul-memukul. Ia bisa jadi ruang aman bagi anak muda menyalurkan energi. Dari GOR Dadaha, harapan itu dilayangkan lewat setiap jab dan hook: lahirkan juara, jaga generasi dari kerasnya jalanan.***
