Euforia Lebaran 2026 Menyisakan Masalah Sampah di Kota Tasikmalaya


Media Warga+62.My.Id - Setelah perayaan Idul Fitri 2026 yang meriah, Kota Tasikmalaya kini dihadapkan pada masalah klasik yang tak kunjung usai: tata kelola sampah. Jalan-jalan protokol yang seharusnya menjadi wajah kota, kini dipenuhi tumpukan sampah yang tak kunjung terangkut.

Kondisi ini memicu keprihatinan dan kritik tajam dari masyarakat. Banyak warga menilai situasi ini sebagai ironi bagi wilayah yang menyandang julukan terhormat sebagai Kota Santri, di mana nilai kebersihan seharusnya menjadi cermin dari keimanan.

Pantauan di lapangan menunjukkan sisa-sisa konsumsi rumah tangga pasca-libur lebaran meluap hingga ke bahu jalan. Aroma tak sedap dan pemandangan yang merusak estetika kota dikeluhkan oleh pengguna jalan maupun warga sekitar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, mengakui adanya keterlambatan pengangkutan sampah di titik-titik vital kota menuju Tempat Pembuangan Sampah (TPS).

Menurut Asep, penumpukan ini bukan disebabkan oleh minimnya sarana atau armada pengangkut, melainkan murni masalah penjadwalan SDM.

"Kemarin hari Jumat para petugasnya libur. Hari ini (Sabtu) mudah-mudahan kita selesaikan. Kami sudah berkomitmen dengan Kepala Dinas dan Kabid terkait untuk menuntaskan tumpukan sampah hari ini juga," tegas Asep Goparullah, saat di tanya usai acara di Balekota Tasikmalaya, Sabtu (28/03/2026).

Asep menjelaskan bahwa rutinitas petugas armada sampah di Kota Tasikmalaya memang libur di hari Jumat. Selain jadwal libur, operasional di hari tersebut juga terbatas karena para petugas harus bersiap melaksanakan ibadah sholat Jumat pada tengah hari.

Pemerintah Kota Tasikmalaya kini tengah berupaya melakukan ekstra kerja keras pada akhir pekan ini untuk mengejar ketertinggalan pengangkutan. Koordinasi intensif antara Dinas Lingkungan Hidup dan jajaran kewilayahan terus ditingkatkan agar tumpukan sampah tidak semakin menggunung dan mengganggu kesehatan publik.

Masyarakat berharap, ke depannya Pemkot Tasikmalaya memiliki skema darurat atau jadwal piket khusus di hari libur besar, sehingga predikat Kota Santri tidak lagi ternoda oleh persoalan sampah yang berulang setiap tahunnya.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama