Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra Ditawari KTA Golkar Saat Musda V, Begini Reaksinya


Media Warga+62.My.id - Momen menarik terjadi dalam Musyawarah Daerah atau Musda V Partai Golkar Kota Tasikmalaya yang digelar di Ballroom Hotel Harmoni, Jumat, 18 September 2026. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra Negara, mendapat tawaran terbuka untuk bergabung menjadi kader Partai Golkar.

Tawaran tersebut dilontarkan langsung oleh Ketua DPW Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqien Syafiuddin, di hadapan ratusan kader yang hadir. Momen itu bermula ketika Diky Chandra yang hadir sebagai tamu undangan mengikuti pembacaan Panca Bhakti Golkar dalam rangkaian acara Musda.

Diky yang diketahui hingga kini belum berafiliasi dengan partai politik manapun, tampak mengikuti pembacaan Panca Bhakti dengan penuh penghayatan dan sikap hormat. Gestur tersebut rupanya tidak luput dari perhatian Daniel Mutaqien.

Putra almarhum Irianto M.S. Syafiuddin atau Yance tersebut kemudian melontarkan candaan yang disambut tawa peserta Musda. Ia secara terbuka menggoda Diky untuk segera menjadi bagian dari partai berlambang pohon beringin ini.

“Saya tadi sempat memperhatikan, beliau Pak Diky cukup menghayati Panca Bhakti Golkar. Apa perlu kita langsung beri kartu tanda anggota Golkar saja, begitu ya,” ujar Daniel berseloroh, yang langsung disambut riuh tepuk tangan kader.

Daniel menilai, sosok seperti Diky Chandra merupakan figur potensial yang dibutuhkan Golkar Kota Tasikmalaya. Ia pun menekankan pentingnya bagi kepengurusan baru Golkar Kota Tasikmalaya ke depan untuk lebih intensif melakukan rekrutmen kader-kader baru yang memiliki potensi dan kedekatan dengan masyarakat.

Menurutnya, langkah rekrutmen tersebut sangat diperlukan untuk memperkuat konsolidasi sekaligus mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Kota Tasikmalaya yang sempat mengalami dinamika.

Daniel juga menyoroti kondisi Musda V Golkar Kota Tasikmalaya yang hanya diikuti satu kandidat. Menurutnya, situasi tersebut justru menjadi momentum untuk membangun soliditas internal partai tanpa harus menghabiskan energi dalam konflik internal yang berkepanjangan.

“Kita hanya punya waktu sekitar dua tahun untuk mempersiapkan diri menghadapi Pemilu. Jadi, kondusivitas dalam dinamika Musda harus diapresiasi dengan semangat untuk memantapkan konsolidasi untuk menopang kesuksesan partai,” katanya.

Sementara itu, menanggapi tawaran tersebut, Diky Chandra menanggapinya dengan santai. Wakil Wali Kota Tasikmalaya itu mengaku bersyukur atas perhatian dan tawaran yang diberikan oleh Ketua DPD Golkar Jabar.

Ia menyatakan akan mempertimbangkan tawaran tersebut dengan matang. Terkait gesturnya ketika mengikuti pembacaan Panca Bhakti Golkar, Diky menegaskan bahwa sikap tersebut bukan berarti dirinya telah menentukan pilihan politik.

Ia menyebut apa yang dilakukannya semata-mata sebagai bentuk penghormatan terhadap rangkaian acara resmi yang sedang berlangsung.

“Jadi kayak Pancasila, tinggal mengikuti apa yang disampaikan MC. Itu bentuk penghormatan saja terhadap acara,” ujar Diky.

Diky mengaku masih terus mempertimbangkan dan mempelajari organisasi politik sebelum menentukan sikap. Dengan demikian, gestur Diky saat mengikuti pembacaan Panca Bhakti yang awalnya hanya bentuk penghormatan, justru menjadi perhatian tersendiri dan berujung pada tawaran terbuka untuk bergabung menjadi keluarga besar Partai Golkar.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama