Media Warga+62.My.Id – Tawa dan canda memenuhi kawasan wisata Situ Panjalu, Kabupaten Ciamis, Sabtu (12/9/2026). Ratusan pengurus, anggota, dan anak-anak yatim binaan Lembaga Swadaya Masyarakat Peradaban Demokrasi Indonesia (LSM PADI) berkumpul dalam acara family gathering.
Bagi PADI, kegiatan ini bukan sekadar liburan bersama. Momen ini sengaja dikemas sebagai ruang mempererat ikatan kekeluargaan sekaligus menebar kepedulian kepada anak-anak yatim binaan.
Bukan Sekadar Rekreasi
Sejak pagi, suasana keakraban sudah terasa. Para peserta menikmati sejuknya Situ Panjalu sambil berinteraksi tanpa sekat antara pengurus, anggota, hingga anak-anak yatim yang biasa mereka dampingi.
Ketua LSM PADI Iwan Restiawan mengatakan, family gathering ini menjadi cara organisasi membangun soliditas internal.
“Ini bukan hanya tentang berkumpul dan bersenang-senang. Yang paling penting adalah membangun rasa kebersamaan dan kepedulian. Anak-anak yatim binaan adalah bagian dari keluarga besar PADI yang harus kita rangkul dan dampingi,” ujar Iwan.
Menurutnya, kuat atau tidaknya sebuah organisasi tidak hanya dilihat dari banyaknya program sosial, tapi juga dari seberapa harmonis hubungan antar anggotanya.
“Kami ingin pengurus dan anggota makin kompak. Kalau komunikasi baik, semangat untuk menjalankan kegiatan sosial juga akan semakin besar,” katanya.
Hadirkan Bahagia untuk Anak Yatim
Hal yang paling menyita perhatian dalam kegiatan ini adalah keterlibatan puluhan anak yatim binaan PADI. Mereka diajak bermain, berbaur, dan menikmati fasilitas wisata bersama keluarga besar PADI.
“Kami ingin anak-anak yatim merasa tidak sendiri. Mereka harus tahu ada keluarga besar yang peduli dan siap berbagi kebahagiaan dengan mereka,” ucap Iwan.
Pemilihan Situ Panjalu sebagai lokasi juga sengaja dipilih agar suasana lebih santai dan berkesan. Di tengah alam, batas antara pengurus dan anggota seolah mencair, digantikan kehangatan kebersamaan.
Jadi Energi untuk Program Sosial
Iwan berharap kegiatan serupa bisa terus digelar secara rutin dengan konsep yang lebih luas. Baginya, kebersamaan yang terbangun hari ini harus menjadi bahan bakar untuk aksi nyata di masyarakat.
“Mudah-mudahan ini jadi energi positif bagi keluarga besar PADI. Kebersamaan jangan berhenti di sini. Mari kita wujudkan terus melalui kegiatan sosial dan kepedulian kepada masyarakat,” pungkasnya.
Dengan semangat kekeluargaan itu, LSM PADI ingin menegaskan bahwa organisasi sosial tidak hanya bekerja untuk program, tetapi juga untuk membangun hati dan kepedulian bersama.***

