Pengurus Baru Gekrafs Kota Tasikmalaya Dilantik, Bidik Perda Ekonomi Kreatif dan Dorong Pelaku Ekonomi Naik Kelas


Media Warga+62.My.id - Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional atau Gekrafs Kota Tasikmalaya resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026-2029. Pelantikan berlangsung khidmat di Auditorium Gedung Creative Center Dadaha, Jumat (04/09/2026).

Hadir dalam acara tersebut Wali Kota Tasikmalaya H. Viman Alfarizi Ramadhan, Ketua DPRD H. Aslim, Ketua DPW Gekrafs Jawa Barat Avip Firmansyah, jajaran Forkopimda, pelaku UMKM, serta perwakilan komunitas kreatif dari berbagai kecamatan.

Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

Ketua DPC Gekrafs Kota Tasikmalaya, Deden Khairul, menegaskan organisasinya siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kota dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.

“Kami tidak hanya akan bersinergi, tapi juga siap memberikan masukan kritis terhadap kebijakan yang berkaitan dengan ekonomi kreatif. Tujuannya agar setiap regulasi benar-benar berpihak pada pelaku usaha,” kata Deden.

Salah satu fokus utama Gekrafs ke depan adalah mendorong lahirnya Peraturan Daerah Ekonomi Kreatif. Menurut Deden, regulasi khusus itu penting sebagai payung hukum agar pelaku kreatif merasa aman dan terlindungi saat berusaha.

“Banyak pelaku kreatif kita yang sudah jalan, tapi masih abu-abu secara hukum. Tahap awal kami akan edukasi soal legalitas usaha, hak cipta, hingga perizinan. Kalau fondasi hukumnya kuat, mereka bisa lebih fokus berkembang,” ujarnya.

Garap Potensi, Dorong Naik Kelas

Deden menilai potensi ekonomi kreatif Tasikmalaya sangat beragam, mulai kuliner, fesyen, kriya, musik, hingga konten digital dan gim. Namun tantangan terbesar saat ini adalah mendorong pelaku usaha agar naik kelas dan menembus pasar lebih luas.

Untuk itu, Gekrafs berencana menggelar festival budaya skala kota. Acara ini akan melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas sebagai upaya mempromosikan karya lokal sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah.

Menjelang peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya pada Oktober 2026, Dekrafs juga akan turun langsung dengan program yang menyentuh masyarakat. 

“Kami ingin Gekrafs hadir dengan aksi nyata. Bukan hanya seremoni, tapi ada manfaat yang dirasakan warga,” tegas Deden.

Harapan dari Provinsi dan Pemkot

Ketua DPW Gekrafs Jawa Barat, Avip Firmansyah, berharap kepengurusan di Tasikmalaya bisa menjadi motor penggerak pelaku kreatif di Priangan Timur.

“Tugas Gekrafs adalah menjembatani antara pelaku, pemerintah, dan pasar. Tasikmalaya punya energi besar. Jika kolaborasinya kuat, produk kreatif Tasik bisa go nasional bahkan internasional,” ucap Avip.

Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan mengapresiasi pelantikan tersebut. Ia memastikan Pemkot terbuka berkolaborasi, terutama dalam menyiapkan regulasi, penyediaan ruang kreatif, serta akses permodalan dan pemasaran.

“Ekonomi kreatif adalah masa depan kota. Kalau ekosistemnya kita bangun bersama, Tasikmalaya bisa menjadi pusat industri kreatif yang religius, inovatif, dan berkelanjutan,” pungkas Viman.

Dengan kepengurusan baru ini, Gekrafs Kota Tasikmalaya ditargetkan menjadi rumah bersama bagi pelaku kreatif untuk tumbuh, berjejaring, dan berdaya saing.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama