Media Warga+62.My.id - Nama Desa Dawagung, Kabupaten Tasikmalaya, kini masuk jajaran desa terbaik se-Indonesia. Desa ini lolos ke 25 besar Lomba Desa Brilian 2026 tingkat nasional. Prestasi tersebut membuktikan kearifan lokal dan sumber daya masyarakat desa mampu bersaing di kancah nasional.
Capaian itu sekaligus memacu Pemerintah Desa Dawagung untuk tancap gas mengembangkan potensi yang dimiliki. Sektor yang menjadi prioritas meliputi pertanian, peternakan, UMKM, hingga industri rumah tangga.
Kenalkan Potensi Desa Sejak Usia Dini
Untuk menumbuhkan rasa memiliki sejak kecil, Pemdes Dawagung menggelar kegiatan edukasi bagi anak-anak TK pada Jumat, (7/8/2026).
Puluhan siswa diajak tur keliling desa. Mereka menyaksikan langsung proses pembuatan perabot rumah tangga di sentra kerajinan warga, lalu bertandang ke peternakan domba dan bebek milik kelompok tani.
“Kami ingin anak-anak mengenal lebih dulu apa yang ada di desanya. Dari situ akan lahir rasa cinta dan bangga terhadap Dawagung,” kata salah satu pendamping kegiatan.
Antusiasme tinggi terlihat dari para guru, orang tua, dan anak-anak. Mereka aktif bertanya dan mencoba kegiatan di tiap titik kunjungan.
Wilayah Luas, Potensi Beragam
Kepala Desa Dawagung, Trio Wibowo Budi, menyampaikan rasa syukur atas masuknya desanya ke 25 besar nasional.
“Alhamdulillah, ini buah kerja bersama seluruh warga. Masuk 25 besar membuat kami semakin semangat untuk terus bergerak,” ujar Trio.
Ia memaparkan, Desa Dawagung memiliki luas 296,629 hektare dengan jumlah penduduk 6.709 jiwa. Luas wilayah itu menyimpan beragam potensi.
“Dari pertanian, perkebunan, peternakan, UMKM, home industri, sampai wisata religi. Semua sektor kita dorong agar naik kelas dan memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.
Menurut Trio, kunci utama memajukan desa ada pada pemberdayaan. Saat ini Pemdes aktif memfasilitasi pelatihan keterampilan, akses permodalan, hingga membantu pemasaran produk UMKM dan hasil tani.
Bidik 5 Besar Nasional
Dengan bekal potensi yang ada, Trio memasang target tinggi untuk Dawagung di ajang Desa Brilian 2026.
“Target kami minimal masuk 5 besar nasional. Caranya, terus menggali potensi, memperkuat kelembagaan desa, dan melibatkan semua unsur masyarakat,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari tim pendamping. Dosen Desa Brilian, Sugeng Riyadi, S.Sos, M.M.Par dan Nur Arifuddin, http://S.IP,M.Sos, menilai Dawagung memiliki modal besar.
“Potensi di Dawagung luar biasa. Tinggal bagaimana mengolah dan mengemasnya agar lebih berdampak,” ujar mereka.
Masuknya Dawagung ke 25 besar nasional diharapkan menjadi pelecut semangat bagi desa-desa lain di Tasikmalaya. Bukti bahwa dengan mengoptimalkan sumber daya lokal, desa juga bisa mengangkat nama daerah.
Saat ini Pemdes Dawagung tengah merampungkan dokumen dan data untuk tahap penilaian berikutnya. Fokus utamanya adalah menunjukkan bukti nyata: program pemberdayaan yang dijalankan benar-benar meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan langkah sistematis dan semangat gotong royong, Dawagung optimis bisa melangkah lebih jauh dan mengharumkan Tasikmalaya di tingkat nasional.***

