Media Warga+62.My.id - Memasuki usia kemerdekaan ke-81, Pemerintah Kota Tasikmalaya menegaskan komitmennya lewat capaian pembangunan yang langsung dirasakan warga. Dari angka IPM yang naik, kemiskinan ekstrem yang ditekan, hingga layanan kesehatan dan pendidikan gratis, semua diarahkan untuk mewujudkan visi _Kota Industri, Jasa, dan Perdagangan yang Religius, Inovatif, Maju, dan Berkelanjutan.
Data tahun 2025 menjadi bukti awal. Indeks Pembangunan Manusia Kota Tasikmalaya tercatat 76,59 poin. Angka ini naik dari 76,03 tahun sebelumnya dan melampaui rata-rata Jawa Barat.
Indikator pendukungnya juga bergerak positif. Rata-rata lama sekolah warga 9,64 tahun, harapan lama sekolah 13,51 tahun, usia harapan hidup 75,66 tahun, dan pengeluaran per kapita mencapai Rp11,8 juta per tahun.
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi kota berada di 5,39 persen. PDRB tembus Rp31,99 triliun dengan PDRB per kapita Rp42,13 juta. Inflasi berhasil dijaga di level 2,67 persen.
Kesejahteraan Jadi Fokus Utama
Pemkot juga mencatat kemajuan di sektor sosial. Angka kemiskinan ekstrem turun ke 0,46 persen. Tingkat pengangguran terbuka menyusut menjadi 6,43 persen. Ketimpangan pendapatan yang diukur lewat Indeks Gini berada di 0,355 poin.
Memasuki 2026, program prioritas terus digas. Program Makan Bergizi Gratis sudah berjalan lewat dukungan 141 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Hingga kini 246.212 warga menerima manfaat dengan bantuan 5.528 relawan.
Sementara Program Cek Kesehatan Gratis per Agustus 2026 sudah menjangkau 282.491 jiwa atau 92,89 persen, melebihi target nasional.
Di pendidikan, lewat program Tasik Pintar, Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 sudah beroperasi sejak Agustus 2025 dengan 62 siswa. Untuk ajaran 2026/2027 disiapkan 60 siswa baru. Bantuan juga mengalir ke 422 siswa SD, 462 siswa SMP, dan 850 anak TK dari keluarga kurang mampu. Lewat gerakan kembali sekolah, 2.800 anak yang sempat putus kini bisa belajar lagi.
Ekonomi, Pelayanan, dan Infrastruktur Didorong Bareng
Sektor ekonomi kerakyatan dikuatkan melalui Tasik Pelak. Sebanyak 38 kelompok perikanan, 57 kelompok peternakan, dan 13 kelompok tani mendapat pendampingan. Gerakan Pangan Murah juga digelar 30 kali sepanjang 2026.
Pelatihan keterampilan diberikan kepada 200 warga di bidang olahan pangan, konveksi, bordir, batik, payung geulis, alas kaki, hingga daur ulang limbah tembakau. Di tingkat kelurahan, 69 koperasi berbadan hukum terbentuk. 64 koperasi sudah menggelar RAT, dan 12 Koperasi Desa Merah Putih telah berdiri.
Pelayanan publik makin mudah. Warga kini bisa mengakses Mal Pelayanan Publik, mengurus izin secara digital, melapor lewat SP4N-LAPOR!, menghubungi layanan darurat 112, hingga bayar PBB lewat i-PBB dengan QRIS dan virtual account.
Pembangunan infrastruktur juga jalan. Pemkot membangun 14 titik air minum, 8 unit sanitasi untuk 90 rumah, dan drainase 1.730 meter. Jalan kota dipelihara sepanjang 18 km, rekonstruksi 1,5 km, serta peningkatan jalan lingkungan 25,43 km. Sebanyak 27 rumah tidak layak huni direhab, ditambah alokasi 827 unit BSPS untuk warga berpenghasilan rendah.
Melalui Tasik Resik, target pengurangan sampah 86.321,70 ton per tahun dikejar dengan penguatan 73 bank sampah, TPS3R, dan Kampung Iklim. Sebanyak 42 ruang terbuka hijau dan taman juga terus dirawat.
Walikota Tasikmalaya menegaskan, semua capaian ini hasil kerja bersama pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, ulama, dan komunitas.
Dengan semangat gotong royong, Tasikmalaya ingin terus melaju dan berkontribusi untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur menuju Indonesia Emas 2045.***
