Media Warga+62.My.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah KPAID Kabupaten Tasikmalaya menggelar peringatan Hari Anak Nasional HAN 2026 di Gedung Islamic Center Singaparna, Rabu (22/7/2026). Ribuan pelajar dari berbagai sekolah di wilayah Tasikmalaya hadir memeriahkan acara.
Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai peringatan tahun ini. Selain edukasi, anak-anak juga diberi ruang untuk mengekspresikan bakat dan kreativitasnya.
Danyon 939/Macan Putih Beri Motivasi: Disiplin, Waktu, Mandiri
Salah satu momen yang paling menarik perhatian adalah kehadiran Komandan Batalyon Infanteri Teritorial dan Pembangunan Yonif TP 939/Macan Putih, Letkol Inf. Deddy Setya Wijaya.Di hadapan ribuan pelajar, Letkol Deddy membagikan resep rahasia untuk menjadi pribadi sukses di masa depan. Ia menekankan ada tiga kunci utama yang harus ditanamkan sejak dini.
"Pertama, biasakan diri disiplin. Kedua, kelola waktu dengan baik. Ketiga, mandiri dalam menyelesaikan masalah dalam kondisi apa pun," tegas Letkol Deddy.
Ia menuturkan, tiga kebiasaan inilah yang ia terapkan sejak kecil hingga akhirnya bisa menggapai cita-cita memimpin pasukan di Yonif TP 939/Macan Putih.
Pesan motivasi itu disambut antusias oleh anak-anak. Sorakan dan tepuk tangan menggema saat Danyon bercerita tentang perjuangan dan tantangan yang dihadapi selama berkarier di dunia militer. Banyak pelajar mengaku termotivasi untuk berani bermimpi besar dan tidak takut menghadapi tantangan zaman.
Kehadiran TNI dalam kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian Yonif TP 939/Macan Putih terhadap dunia pendidikan dan tumbuh kembang anak di Kabupaten Tasikmalaya.
Panggung Ekspresi Anak, Tawa dan Sorak Penuhi Islamic Center
HAN 2026 di Tasikmalaya tidak hanya berisi ceramah dan edukasi hukum. Panitia juga menyiapkan "panggung ekspresi" bagi anak-anak.
Ribuan peserta mendapat kesempatan untuk adu kabisa atau menunjukkan kebolehan di atas panggung. Ada yang bernyanyi, membaca puisi, menari, hingga menampilkan bakat seni lainnya.
Tawa riang dan sorak sorai anak-anak memenuhi ruangan. Panggung seolah menjadi milik mereka sepenuhnya.
"Kami ingin anak-anak merasa aman, dihargai, dan dicintai. Hari ini adalah hari mereka untuk bersuara dan menunjukkan siapa dirinya," ujar perwakilan KPAID Kabupaten Tasikmalaya.
KPAID berharap peringatan HAN tidak hanya menjadi seremoni. Tetapi juga menjadi pengingat bagi orang tua, sekolah, dan pemerintah untuk terus melindungi hak-hak anak, mulai dari hak untuk tumbuh, belajar, bermain, hingga berpendapat.
Dengan semangat "Anak Terlindungi, Indonesia Maju", kegiatan ini diharapkan menjadi penyemangat bagi generasi muda Tasikmalaya untuk terus berkarya, berprestasi, dan menjadi pribadi yang tangguh.
Perayaan ditutup dengan doa bersama dan foto bersama ribuan pelajar. Anak-anak pulang dengan membawa semangat baru, dan satu pesan penting: masa depan dimulai dari disiplin, waktu, dan kemandirian hari ini.***

