Ratusan Siswa Al Istiqomah Tasikmalaya Tempa Mental Lewat Kemah MPLS 2 Hari 1 Malam


Media Warga+62.My.id – Semangat baru, tenda baru, dan pengalaman baru. Itulah suasana yang mewarnai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP dan SMK Terpadu Al Istiqomah tahun 2026.

Untuk menguatkan kekompakan dan karakter, sekolah menggelar kegiatan perkemahan bersama yang diikuti seluruh siswa-siswi kelas VII sampai kelas IX.

Kegiatan berlangsung selama 2 hari 1 malam, dimulai Jumat siang 17/7/2026 di kawasan Minapolitan, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.

Sejak tenda pertama didirikan, ratusan siswa tampak antusias. Ada yang sibuk memasang pasak, ada yang latihan baris-berbaris, dan ada pula yang mengikuti permainan kelompok.

Bagi siswa baru kelas VII, ini menjadi pengalaman pertama merasakan suasana berkemah bersama seniornya. Sementara siswa kelas VIII dan IX berperan sebagai kakak pembina untuk adik-adiknya.

"Anak-anak semangat sekali. Dari awal datang sampai sekarang tidak ada yang mengeluh. Justru mereka menikmati setiap kegiatan," kata salah satu panitia di lokasi.

Pembina Pramuka Penggalang SMP Terpadu Al Istiqomah, Eyin Nursenja, mengatakan kemah ini merupakan bagian dari rangkaian MPLS 2026. Tujuannya bukan hanya perkenalan, tetapi pembentukan mental dan karakter.

"Melalui kemah kita latih kemandirian, kerja sama, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Anak-anak belajar hidup di alam, mengelola waktu, dan menghargai teman," jelas Eyin.

Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan. Mulai dari apel pembukaan, materi kepramukaan, outbond, api unggun, pentas seni, hingga ibadah bersama.

Menurut Eyin, kegiatan malam seperti api unggun sengaja dimasukkan untuk melatih keberanian dan kebersamaan. "Di sanalah anak-anak belajar tampil, menyampaikan pesan, dan menghargai perbedaan," ujarnya.

Kepala Sekolah SMP Terpadu Al Istiqomah, K.H Agus Muslim, S.Pd, I, menegaskan MPLS di Al Istiqomah tidak sebatas pengenalan gedung dan guru. Melainkan upaya menanamkan nilai sejak hari pertama masuk.

"Kami ingin siswa masuk sekolah dengan bekal karakter yang kuat. Akademik penting, tapi akhlak dan mental juga harus dibentuk," katanya.

Ia berharap, setelah kemah ini siswa lebih disiplin, lebih mandiri, dan memiliki rasa cinta terhadap alam serta sesama.

"Semoga api semangat dari perkemahan ini terus menyala sampai mereka lulus nanti," pungkasnya.***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama