Media Warga+62.My.id – Semarak bulan Muharam 1448 Hijriyah diisi dengan aksi berbagi. Yayasan Nurussalam Leuwibudah bersama PT Hajart Group menggelar kegiatan santunan dan pengajian di halaman Masjid Nurussalam, Leuwibudah, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya,Sabtu (04/07/2026).
Wajah haru dan bahagia terlihat dari puluhan anak yatim dan warga lanjut usia yang hadir. Satu per satu mereka menerima paket santunan yang diserahkan langsung oleh panitia.
Kolaborasi Warga dan Pengusaha
Lurah Cibunigeulis, Dennie Rafiudin Achmad Fauzi, S.T., menyambut baik kegiatan tersebut. Ia bersyukur melihat sinergi antara masyarakat dan pengusaha di wilayahnya yang bersama-sama menghidupkan kegiatan keagamaan.
“Ini contoh baik kolaborasi. Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha jalan bersama. Harapannya kegiatan seperti ini tidak berhenti di Muharam saja, tapi bisa berkelanjutan sepanjang tahun,” ujar Dennie.
Berbagi di Bulan Anak Yatim
Mewakili PT Hajart Group, Aldi Maulana mengaku bersyukur bisa ikut berpartisipasi. Baginya, Muharam adalah momentum istimewa karena disebut sebagai lebarannya anak yatim.
“Kami bangga bisa menjadi bagian dari warga Cibunigeulis. Semoga silaturahmi ini terus terjaga, dan ke depan kami bisa berkontribusi lebih banyak lagi untuk masyarakat,” kata Aldi.
PT Hajart Group sendiri merupakan pengembang Perum Bumi Pesona Siliwangi yang wilayahnya berada di sekitar Leuwibudah.
Kegiatan Rutin Setiap Muharam
Ketua RW 01 Leuwibudah, Epul Mudzakir, menjelaskan kegiatan santunan dan pengajian ini sudah menjadi agenda rutin setiap bulan Muharam.
“Untuk tahun ini kami berkolaborasi dengan PT Hajart. Penerima manfaatnya warga Leuwibudah dan sekitarnya. Semoga santunan yang diberikan bermanfaat dan menjadi berkah untuk semua,” ucap Epul.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PT Hajart Group, donatur, dan seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan acara.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan tausiah oleh KH. Abdul Hamid. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya berbagi dan memuliakan anak yatim, khususnya di bulan Muharam.
“Menyantuni anak yatim bukan hanya soal memberi materi. Tapi juga memberi perhatian, kasih sayang, dan harapan agar mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat dan berakhlak,” pesan KH. Abdul Hamid.
Suasana pengajian berlangsung khidmat. Warga yang hadir tidak hanya dari Leuwibudah, tapi juga dari lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap semangat kepedulian sosial di bulan Muharam bisa menjadi pemantik lahirnya lebih banyak gerakan berbagi dari berbagai elemen masyarakat di Kota Tasikmalaya.***
